welcome to GEPKIN THB site


This slideshow requires JavaScript.

INDAH PADA WAKTUNYA


time-watch

Renungan Mingguan

Pengkhotbah 3:1-15

Perhatikan ungkapan melalui tulisan artistik khas Ibrani, dimana penulis memilih kata yang berpasangan yang menurutnya masing-masing ada waktunya. Ada tujuh dan tujuh adalah angka yang penting dalam Perjanjian Lama yang kira-kira artinya sempurna atau lengkap. Kita baca dan simak ayat yang masing-masing berisi dua pasang peristiwa yang bertentangan atau bertolak belakang, yaitu: Lahir/meninggal, menanam/mencabut, membunuh/menyembuhkan, merombak/membangun, menangis/tertawa, meratap/menari, membuang batu/mengumpulkan batu, memeluk/menahan diri, mencari/merugi, menyimpan/membuang, merobek/menjahit, berdiam diri/berbicara, mengasihi/membenci, perang/damai. Mengapa semua hal berjalan dengan begitu teratur dan tertib? Continue reading

MENCARI KESENANGAN ADALAH SIA-SIA


Rich

Renungan Mingguan

Pengkhotbah 2

Kesesangan dan kenikmatan hidup adalah dambaan setiap insan di dunia. Segala usaha dan jerih lelah manusia tidak lain adalah untuk mencapai apa yang menjadi dambaan ini. Segala cara kita tempuh bahkan dengan berbagai pengorbanan yang besar, sekali lagi adalah demi yang namanya kesenangan dan kenikmatan hidup. Apakah benar bahwa tujuan hidup di dunia adalah untuk mencari kesenangan? Makan, minum atau sekarang lebih keren disebut kuliner, rumah dan segala fasilitas yang tersedia, wisata, hiburan, memiliki kekayaan demi kemudahan hidup, dan seterusnya. Continue reading

SEGALA SESUATU


earth

Renungan Mingguan

Pengkhotbah 1

Setelah merenungkan secara mendalam kehidupan manusia di bumi ini, didasarkan pada berbagai peristiwa yang diamatidan dialami (14). Penghotbah mengambil suatu kesimpulan yang tidak lazim dan bahkan mengejutkan, yaitu: Semuanya sia-sia. Istilah yang digunakan ialah “menjaring angin”. Dengan kata lain Pengkhotbah melihat segala sesuatu itu “hampa”, “tidak punya bobot” seperti halnya angin. Dalam ayat 2, Pengkhotbah menyebutkan istilah “kesia-siaan belaka” seolah-olah hidup ini tidak berarti dan tidak jelas. Kita dilahirkan, lalu hidup diwarnai berbagai pergolakan, pergumulan, beban berat sampai akhirnya mati. Hari lepas hari kita lewati dan terkadang kita menjadi jenuh, semua hanya terulang tanpa makna, dan hanya duatu rutinitas.
Apakah benar bahwa hidup kita sia-sia? Continue reading

HUKUM TAURAT DAN DOSA


Self-Reflection

Renungan Mingguan

Roma 7:13-26

Hukum Taurat hanya seperti cermin yang memperlihatkan dosa manusia. Apabila kita bercermin pada Taurat, justru merangsang sifat keberdosaan kita, dan menimbulkan hasrat untuk berbuat dosa. Kalau demikian, apakah Taurat itu salah atau dosa? Tidak begitu juga, tetapi yang benar ialah sedemikian kuatnya dosa itu menguasai manusia, sehingga Taurat yang baik itu malah berbalik membuat manusia tidak melakukan apa yang baik yang diatur dalam Taurat, tapi justru sebaliknya melakukan apa yang sebenarnya dilarang oleh Taurat. Kata Paulus, “Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.Continue reading

ARTI HUKUM TAURAT


trust-god-love-people1

Renungan Mingguan

Roma 6:15-23

Banyak orang salah mengerti tentang Hukum Taurat. Menganggap bahwa Hukum Taurat sudah tidak berlaku. Memang Hukum Taurat tidak dapat menyelamatkan kita, tetapi selama kita masih hidup, kita masih seharusnya menjadikanNya sebagai pedoman untuk mengatur kehidupan moralitas kita. Kita tidak lagi tunduk kepada Hukum Taurat, tetapi kita tunduk di dalam Hukum Kristus, sebab Kristus telah menggenapkan atau melakukannya untuk kita. Jadi apa sebenarnya Hukum Taurat atau Hukum Allah itu? Continue reading