MENJADI YANG DIBERKATI

Apple-Tree
Renungan Mingguan

2 Tawarikh 17:1-19

“Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” merupakan peribahasa yang menggambarkan bahwa seorang anak tidak akan bisa berbeda jauh dari orang tuanya. Namun pengecualian bisa terjadi. Ada orang yang sangat berhasil justru ketika ia menjadi “buah yang jatuh amat jauh dari pohonnya”. Artinya, hidupnya berbeda dari kehidupan orang tuanya.

Raja Yosafat menjadi raja Yehuda menggantikan Asa, ayahnya. Yang wafat akibat sakit parah yang mendera kakinya (2 Taw. 16:12-13). Yosafat hidup diperkenan Tuhan karena tidak mempersekutukan Tuhan dengan ilah manapun di Israel (6). Yosafat hanya mengandalkan Tuhan sebagai satu-satunya pertolongan (10), sementara ayahnya, Raja Asa, bersekutu dengan Aram yang dibenci Tuhan. Yosafat juga memperhatikan kehidupan rohani rakyatnya. Ia mengutus beberapa pembesar, orang Lewi, dan para Imam untuk mengajar rakyatnya agar hidup takut akan Tuhan (7-9).

Yosafat melakukan banyak hal yang benar dimata Tuhan. Sebagai pemimpin bangsa, ia mengelola negaranya dengan begitu baik.Ia membangun sistem pertahanan (1-2,12) dan mengorganisir tentaranya (14-19) demi keamanan Negara dan rakyat. Ia juga tahu batas-batas kewenangannya, karena ia mendelegasikan tugas mengajarkan hukum Tuhan kepada orang yang tepat untuk itu. Dan Tuhan memberkati upaya Yosafat dengan menaruh rasa takut kepada Yehuda didalam hati negara tetangga dan musuhnya. Bahkan orang Filistin dan orang Arab pun menyerahkan upeti kepada dia (10-11).

Rentetan kisah raja-raja Yehuda cukup menyesakkan karena kejatuhan yang terjadi berulang-ulang, walau beberapa diantaranya memulai hidup dan pemerintahan mereka dengan baik. Namun kisah Yosafat bagai memberi angin segar. Dari Yosafat kita melihat, bahwa orang yang hidup bagi Tuhan dan mengutamakan Tuhan dalam seluruh karyanya, akan mengalami berkat-berkat Tuhan. Namun kesetiaan kita kepada Tuhan hendaknya bukan semata-mata demi berkat, melainkan karena sungguh mengasihi Dia, Tuhan kita.

RENUNGKAN: Perbuatan baik adalah dampak dari hidup orang yang mengasihi Tuhan dan sesamanya. Perbuatan baik bukan prestasi tapi kerinduan setiap orang.
(oleh:Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s