CARI DAN TAATILAH

house-sparrow-passer-domesticus
Renungan Mingguan

2 Tawarikh 18:23-19:3

Ketika Anda mencari kehendak Tuhan, apakah yang sesungguhnya sedang ingin Anda ketahui? Kehendak Tuhan yang hendak ditaati dengan sungguh-sungguh ataukah persetujuan atas kehendak Anda sendiri?

Bagaimana sikap Yosafat dan Ahab menanggapi kehendak Tuhan Allah yang disampaikan Mikha? Ternyata suara kenabian yang disampaikan Mikha tidak mempengaruhi niat keduanya untuk memerangi Ramot Gilead. Mereka berdua tetap maju, Ahab lupa bahwa sesungguhnya dia bukan sedang berhadapan dengan manusia, melainkan dengan Tuhan, Raja dari segala raja. Dan Allah yang maha tahu itulah yang sedang menyampaikan firmanNya melalui Mikha, sang nabi yang ditolaknya. Sangka Ahab, penglihatan yang disampaikan oleh Mikha tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan perkataan empat ratus nabi sebelumnya yang telah memberikan “restu” atas rencananya. Akibatnya? dengan kondisi yang sangat tragis, keduanya harus membuktikan bahwa perkataan Tuhan itu benar adanya. Ahab mati dan Yosafat nyaris mati bila tidak ditolong Tuhan (18:31). Sebuah pelajaran yang sangat pahit, yang nyata kemudian dalam teguran yang Tuhan sampaikan kepada Yosafat melalui Yehu (19:1-3).

Sungguh ironis, Ahab yang mau mendengar “perkataan Tuhan” yang disampaikan oleh empat ratus nabi, jadi binasa akibat mengabaikan pesan Tuhan yang disampaikan oleh seorang nabi saja. Kisah pencarian kehendak Tuhan ini kiranya menjadi peringatan keras bagi kita. Kalau mau hidup menyenangkan hati Tuhan, carilah kehendakNya dengan seksama dan sungguh-sungguh. Kalau mau mencari kehendakNya, taatilah dengan setia dan jangan main-main. Jangan mencari kehendak Tuhan karena sekedar mau tahu saja atau hanya untuk melegalisir kehendak Anda sendiri. Yakinilah bahwa Allah memiliki rancangan yang terbaik atas hidup kita. Bila kita mau percaya dan bergantung penuh padaNya, Ia akan memimpin dan memelihara kita.

RENUNGKAN: Sesungguhnya hidup kita bergantung kepada ketaatan kita kepada Tuhan Yesus, sebab Dialah satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup.

(oleh:Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s