Renungan Inspiratif

BELAJAR MENGATAKAN “YA”

Kita hidup di dunia yang serba terburu-buru, kita tidak punya cukup waktu untuk melakukan apa yang kita mau dan harus lakukan. Waktu kita yang terbatas membuat kita langsung berkata “tidak” ketika anak kita meminta satu hal kecil. Solusi: Dalam sebuah artikel di Better Families, Dr. Kay Kazuma menawarkan kita satu pendekatan praktis yang bisa kita praktekkan. Dia menyarankan agar kita mengatakan “Ya” lebih sering dan itu efektif karena mengajari kita pelajaran berharga. Sebagai contoh, anak Anda mungkin bertanya, “Apa saya bisa menonton televisi malam ini?” Orang tua punya kesempatan untuk menjawab “Ya, setelah kamu selesai mengerjakan PR.” Cara ini membuat kesan kita berbeda di mata anak. Dari orang tua yang ingin menghalangi atau menahan kesenangannya menjadi orang tua yang tertarik membantunya untuk berhasil, dan lebih dewasa. Anak remaja mungkin berpikir untuk memakai motor orang tuanya, sebagai orang tua kita bisa berkata, “Ya, setelah kamu mencuci motornya atau setelah dipakai harus diisi bensinnya.” Dengan begitu, Anda mengajari anak Anda tanggung jawab. Anda menjawab “Ya” kepada permintaan yang masuk akal dan Anda menunjukan kalau Anda percaya kepada anak Anda. Lakukanlah saran Dr. Kazuma ini, dan Anda akan membuat lompatan besar dalam membesarkan anak yang dewasa, positif, dan bertangung jawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s