ANTARA MURKA DAN ANUGERAH

Carmenere-Grapes
Renungan Mingguan

2 Tawarikh 21:2-20

Allah adalah Allah yang tidak pernah ingkar janji. Apa yang Dia janjikan akan selalu ditepati dan digenapi. Dia juga adalah Allah yang penuh anugerah bagi setiap orang yang taat dan setia kepadaNya. Namun bukan berarti Allah akan bertoleransi dan bersikap permisif untuk setiap kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh umatNya. Kekudusan Allah menentang setiap kefasikan dan murkaNya memusnahkan setiap mereka yang memberontak dan memilih untuk tidak setia kepadaNya. Tuhan tidak pernah bersifat kompromi kepada setiap perbuatan jahat yang dilakukan oleh seseorang.

Bacaan hari ini adalah tentang Yoram, anak sulung Yosafat, yang naik takhta menggantikan ayahnya yang telah wafat. Tidak seperti ayahnya yang hidup dengan melakukan yang benar dimata Tuhan (2 Tawarikh 20:32), Yoram justru sebaliknya, melakukan hal-hal yang jahat (6). Sebagai upah kejahatannya itu, Yoram sesungguhnya layak untuk dimusnahkan. Namun penulis kitab Tawarikh memberikan sebuah catatan yang penting di ayat 7: “Tuhan tidak mau memusnahkan keluarga Daud oleh karena perjanjian yang diikatNya dengan Daud…” Dengan kata lain, Yoram, sekalipun melakukan hal jahat dimata Tuhan, tidak lantas membuat Allah membatalkan perjanjianNya atas keturunan Daud. Tuhan telah mengikat perjanjianNya dengan Daud (1 Raj. 11:36). Tindakan Yoram yang jahat sepatutnya dihukum, tetapi bukan berarti menggagalkan rencana kekal Allah atas keturunan Daud. Tuhan memiliki rencana besar untuk Daud dan keturunanNya. Sayang bagi Yoram, ia tidak mendapat bagian didalamnya. Yoram justru harus berhadapan dengan murka dan penghukuman dari Tuhan (12-20).
Sebagai orang percaya, kita harus bersyukur untuk setiap anugerah dan kemurahan yang diberikan oleh Tuhan. JanjiNya akan selalu Dia genapi dalam hidup kita. Berilah respon sungguh-sungguh terhadap setiap anugerah Tuhan, dengan ketaatan dan tidak mau berkompromi dengan dosa

RENUNGKAN: Ketaatan yang didasarkan pada kebenaran akan mengikatkan kita pada perjanjian kekal Allah untuk kita dan semua keturunan kita.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s