AKHIR YANG BURUK

64895-3008x2000
Renungan Mingguan

2 Tawarikh 24:1-27

Ungkapan bijak berkata: “Lebih mudah meraih daripada mempertahankan”. ini ternyata bukan sekedar ungkapan, melainkan sebuah fakta yang acapkali kita alami dalam hidup. Hanya sedikit orang yang memiliki kemampuan untuk mempertahankan sesuatu yang didapatkannya dengan susah payah, sebaik kemampuan yang dimilikinya pada waktu hal itu diraihnya pertama kali. Yoas, raja Yehuda, kali ini menjadi bukti kebenaran ungkapan bijak ini.

Yoas telah menjadi raja Yehuda sejak umur 7 Tahun. Dilantik oleh imam Yoyada, Yoas memerintah di Yehuda sebagai raja selama 40 tahun lamanya. Saat itu imam Yoyada mempertaruhkan nyawanya sendiri dan keluarganya untuk melantik Yoas sebagai raja (2 Taw. 22). Selama beberapa tahun Yoas memerintah, imam Yoyada setia mendampingi dan memberikan petunjuk serta arahan yang benar bagi Yoas. Diakatakan bahwasanya: “Yoas melakukan hal yang benar dimata Tuhan selama hidup imam Yoyada” (2). Yoas bahkan penuh semangat dalam melakukan usaha-usaha perbaikan untuk rumah Tuhan (4-14).

Akan tetapi mari kita lihat bagaimana pekerjaan baik itu diakhiri Yoas dengan begitu buruk. Setelah kematian imam Yoyada, Yoas pun berubah. Pengaruh buruk mulai menguasai dirinya dan mulailah Yoas hidup secara jahat di mata Tuhan (18). Yoas bahkan membunuh Zakharia, anak imam Yoyada, karena begitu berani dan keras munyampaikan teguran Tuhan kepadanya. Atas sikapnya ini, Tuhan pun menjatuhkan hukuman: Yoas mati terbunuh oleh para pegawainya sendiri (24-25).

Sungguh ironis kisah raja Yoas ini. Mengawali pemerintahan dengan dramatis, tetapi mengakhirinya dengan begitu tragis. Mari belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Jangan mengakhiri hal yang dimulai secara baik dengan sesuatu hal yang buruk. Itu akan merusak seluruh integritas hidup kita. Oleh karena itu, biarlah dari awal hingga akhir pekerjaan kita, nama Allah tetap dipermuliakan.

RENUNGKAN: Langkah awal memang penting, tetapi langkah akhirlah yang menentukan. Awali dengan baik dan bertahanlah untuk mengakhirinya dengan baik juga.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s