JANGAN LUPA DIRI

Common Tiger Butterfly on Yellow Flower in Phuket Thailand
Renungan Mingguan

2 Tawarikh 25:1-28

Kesombongan merupakan sifat yang cenderung mudah menghinggapi para pemimpin dan orang-orang dengan posisi dan kelebihan tertentu. Ketika sebuah prestasi dicapai, orang gampang lupa siapa yang telah memberikan hal itu sesungguhnya kepada mereka.

Demikianlah yang terjadi dengan Amazia, raja Yehuda yang kita baca dari perikop ini. Meskipun pada awalnya dikatakan bahwa Amazia “melakukan apa yang benar dimata Tuhan, hanya tidak segenap hati” (2). Tuhan tetap mau memberkati dan menganugrahkan kepadanya kemenangan dalam peperangan melawan musuh-musuhnya (11-13). Hingga kemudian sesuatu yang ironis terjadi: Amazia berubah setia kepada Tuhan dengan  “mendirikan para allah bani seir, yang dibawanya pulang sebagai allahnya” (14). Bahkan, nabi yang diutus Tuhan untuk menegurnya, sama sekali tidak dihiraukannya (16). Tuhan pun murka.

Akibat dari ketidaksetiaan dan arogansi yang ditunjukannya, Tuhan menetapkan untuk menghukum Amazia. Tuhan membiarkan Amazia dikalahkan oleh Yoas, raja Israel, yang mengakibatkan seuruh pasukannya kocar-kacir. Amazia sendiri ditawan oleh Yoas (21-23). Dengan tegas penulis kitab 2 Tawarikh ini mengatakan bahwa Tuhanlah “yang hendak menyerahkan mereka ke dalam tangan Yoas, karena mereka telah mencari allah orang Edom” (20).

Ini adalah sebuah pelajaran yang berharga bagi orang percaya, yaitu agar tidak berlaku sombong dan lupa diri. Ketika Tuhan memberikan kesempatan yang baik, jangan lantas bersikap arogan dan kemudiaan melupakan Tuhan, Sang Sumber. Terlebih jika kita mempersekutukan Dia dengan segala ilah asing yang merupakan kejijikan bagiNya. Tuhan tidak bisa kita permainkan. Tuhan murka apabila kita menyepelekan kekudusan dan kemuliaan namaNya. Tuhan mau hanya Dialah satu-satunya allah dalam hidup kita. Oleh sebab itu mari kita selalu menunjukan segala pemujaan kita hanya kepada Tuhan.

RENUNGKAN: Beribadahlah kepada Tuhan dengan setia dan taat, hidup takut akan Tuhan, maka Tuhan akan menjauhkan kita dari segala perbuatan yang melanggar FirmanNya.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s