MENJADI BENTARA KRISTUS

Blue-Planet-Earth
Renungan Mingguan

Lukas 3:1-20 (Edisi Khusus Ulang Tahun ke-12)

Zaman sekarang orang lebih senang memilih “abu-abu”, kompromi, tidak banyak urusan, dan mencari popularitas serta kemuliaan diri. Maka kehadiran seorang pelayan Tuhan yang menyuarakan kebenaran, berani menegur yang salah, dan mengarahkan orang kepada Kristus sangat langka.

Justru Firman Tuhan bukan datang kepada para pemimpin politik dan agama, melainkan kepada seorang yang bersahaja yang telah dipersiapkan Tuhan secara khusus sejak dalam kandungan ibunya untuk menjadi perintis jalan bagi Mesias. Kemunculannya menandakan satu era baru telah dimulai dimana Tuhan berfirman lgi melalui nabiNya setelah sekitar empat ratus tahun membisu. Walau tidak melakukan satu mujizatpun, ia telah membawa orang-orang masuk kepada satu area baru dimana orang harus bertobat dan menerima pengampunan Allah.

Berita Yohanes telah membawa banyak orang datang untuk menerima baptisan sebagai tanda pertobatan. Ia berani menegor mereka yang hidup dalam kemunafikan, kejahatan dan kelicikan, termasuk raja Herodes, walaupun akibatnya ia harus dipenjara dan mati dipenggal. Semua orang tanpa terkecuali, bila tidak bertobat dan tidak menghasilkan buah, akan mengalami murka dan hukuman Allah. Bukti pertobatan mereka harus nyata dan konkret (10-14).
Walaupun banyak orang datang dan mengikuti dia. Yohanes tetap sadar statusnya hanya sebagai perintis untuk mengarahkan orang kepada Kristus (Yoh. 1:29) yang akan membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api sebagai lambang penyucian dosa maupun penghukuman bagi orang yang menolakNya (16-17).
Kiranya kita mau dipakai seperti Yohanes yang berani menyatakan kebenaran, membongkar ketidakadilan, dan membawa setiap orang berdosa bertemu dengan Yesus. Resiko seperti yang kemudian dialami Yohanes pun sangat mungkin kita alami. Namun, penyertaan Tuhan dan perlindunganNya pasti untuk setiap hambaNya yang setia.

RENUNGKAN: Kita telah ditebus oleh kuasa darah Yesus Kristus untuk menjadikan kita sebagai hamba yang taat dan setia dalam melakukan kehendakNya yang mulia.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s