REFORMASI ROHANI

american_bald_eagle_in_flight2

Renungan Mingguan

2 Tawarikh 34:1-33

Orang yang hidup berdasarkan firman Tuhan, biasanya memiliki hidup yang tidak biasa-biasa saja. Firman Tuhan pasti mendorong dia untuk bergerak sesuai suara Tuhan.
Yosia menjadi raja pada saat ia berusia delapan tahun (1)! Dalam usia semuda itu ia sudah hidup menyenangkan hati Tuhan (2). Hasrat untuk mengutamakan Tuhan itu mendorong dia untuk melakukan reformasi saat ia berumur enam belas tahun. Yosia berusaha mematahkan dosa warisan pendahulunya yang telah merasuki rakyat, yaitu penyembahan berhala (3-7).
Agar peribadatan di bait Allah dapat berlangsung baik, Yosia memerintahkan agar Bait Allah di renovasi (8-13). Pada saat renovasi itulah kitab Taurat ditemukan. Penemuan Kitab, yang kemudian isinya diperdengarkan kepada Yosia, menjadi dasar bagi gerakan pembaruan rohani berskala nasional. Yosia yang menyadari teguran dan peringatan Tuhan, yang disampaikan memalui kitab Taurat itu, tidak tinggal diam. Ia berusaha mengetahui apa yang sesungguhnya Tuhan kehendaki (20-21). Melalui Nabiah Hulda, Yosia mendengar peringatan tentang murka Tuhan yang akan turun atas Yehuda bila rakyat tidak segera bertobat (23-28). Memahami betapa mendesaknya peringatan ini, Yosia segera bergerak. Ia memerintahkan pemimpin umat bersama seluruh rakyat untuk datang kepada Allah dan menyatakan pertobatan (29-33)
Kitab Taurat yang tersimpan begitu lama di dalam Bait Allah bagai harta karun yang terpendam. Ketika ditemukan menghasilkan suatu gerakan besar, yaitu aksi pertobatan. alkitab kita juga bisa jadi harta terpendam bila kita hanya menyimpannya, meski di sebuah rak buku mewah. Alkitab yang tidak dibaca sesungguhnya tidak berbeda dengan Alkitab yang hilang. Padahal Alkitab adalah Firman Allah bagi kita, firman yang hidup dan kuat (Ibr 4:12). Namun kita tidak dapat mengetahui apa yang Allah ingin kita lakukan jika tidak membaca Alkitab. Dan membaca juga belum cukup. Kita harus melakukan apa yang tertulis didalamnya.

RENUNGKAN: FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku (Mazmur 119:105)

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s