PEKA MENDENGAR TUHAN

hear-about-job-poll

Renungan Mingguan

2 Tawarikh 35:1-27

Gerakan pembaruan yang dilakukan Yosia masih terus berlangsung. Seprti yang dilakukan Hizkia Yosia memimpin umat untuk merayakan paskah, suatu peringatan atas pembebasan Israel dari perbudakan di Mesir. Perayaan paskah yang dilakukan Yosia lebih besar dari pada yang dilakukan Hizkia (18). Persembahan yang Yosia berikan juga lebih besar (Bdk. 2Taw. 30:24) dari detail yang tertulis, kita dapat melihat kesungguhan Yosia dalam memperhatikan umat agar dapt beribadah kepada Allah dengan benar.

Namun amat disayangkan karena awal hidup yang baik tidak diakhiri dengan baik pula. Yosia mengakhiri hidup secara tragis. Ia mati ketika menghadang Nekho, raja Mesir yang akan maju berperang melawan Babel (20). Padahal saat itu ia atau Israel tidak ada urusan dengan Mesir. Nekho telah memperingatkan yosia untuk tidak ikut campur (21), daan Alkitab mencatat bahwa peringatan Nekho sesungguhnya merupakan pesan dari Allah sendiri (22). Namun, Yosia berkeras untuk berperang, meskipun untuk itu ia harus menyamar. Maka terjadilah, Yosia terkena serangan senjata musuh hingga kemudian ia mati sia-sia.
Dalam hal ini, Yosia tidak peka pada suara Tuhan. Rentetan tindakan ketaatan pada Allah melalui gerakan pembaruan yang telah dia lakukan, ternyata tidak membuat Yosia selalu waspada menjadikan Yosia sebagai salah seorang raja yang memulai dan menjalani hidup dengan baik, tetapi kemudian mengakhirinya dengan kesalahan yang berujung pada maut.
Kita tentu tidak mau akhir hidup yang sia-sia, seperti yang dialami Yosia. Kita pun tentu tak ingin menjalani hidup dalam kesia-siaan karena hidup tidak sesuai dengan apayang Tuhan inginkan. Maka jalan satu-satunya, belajarlah peka pada apa yang Tuhan ingin kita lakukan dalam hidup kita. Selalulah tanyakan kehendakNya jika kita ingin melakukan sesuatu tindakan atau mengambil suatu keputusan.

RENUNGKAN:Ā Hal yang terbaik dalam kita bersikap dan berbuat adalah dengan terlebih dahulu berdoa dan bertanya pada Tuhan dan menemukan jawabanNya.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s