SAAT HARAPAN TAK TAMPAK


33372003.SunBehindCloud[1]

Renungan Mingguan

Ratapan 3:40-66

Pada potongan pertama dari Kitab Ratapan 3 ini, Yeremia menjelajahi kelamnya penderitaan, dilanjutkan dengan secercah harapan yang dijumpainya pada potongan kedua. Potongan ketiga, yang kita baca hari ini, diawali dengan kalimat yang membantu kita untuk membingkai ayat-ayat selanjutnya, “Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita” (40). Ini menjembatani perenungan kita dari potongan kedua. Continue reading

Advertisements

UNTUK MEMBENTUK KITA


524780bejana1

Renungan Mingguan

Ratapan 3:21-39

Ada sebuah lagu yang syairnya bernuansa pengucapan syukur, yang dilandaskan dari ayat 22-23 dalam bacaan hari ini. Namun ternyata konteks aslinya adalah penderitaan yang begitu mendalam. Continue reading

BAGAIMANA MEMANDANG HIDUP


matras

Renungan Mingguan

Ratapan 3:1-20

Saat melihat bagian yang kita baca hari ini, dlam stanza yang masing-masing terdiri dari tiga ayat (1-3, 4-6, dstnya). Kita akan menemukan bahwa dari stanza ke stanza Yeremia membawa kita menghayati pergumulan yang bertubi-tubi, semakin lama semakin memilukan. diawali dari kesulitan yang dilihat dan dialami secara eksternal (1-3), lalu mulai masuk kedalam tubuh dan ditambah dengan pembatasan fisik (4-6), hingga isolasi fisik yang semakin meningkat (7-9). Continue reading

WUJUD JANJI


143792

Renungan Mingguan

Ratapan 2

Yeremia memaparkan betapa menyeluruhnya penghajaran Tuhan berikan kepada umat Israel di kerajaan Yehuda. Di satu sisi, Tuhan secara aktif menjalankan penghukumaNya langsung kepada pihak-pihak yang bersalah kepadanya (2). Ia juga menarik perlindunganNya dari umatNya hingga musuh mereka berkuasa atas mereka (3). Continue reading

JANGAN SAMPAI DIHUKUM


Law1

Renungan Mingguan

Ratapan 1

“Ah….” sebuah kata yang menandakan penyesalan membuka kitab ini dan memberi petunjuk tentang bagaimana seharusnya kita memahami kitab ini. Didalam pasal 1 ada lima kali frase “keluh kesah” (atau secara harafiah “erangan, mengerang”) digunakan (4, 8, 11, 21, 22). sungguh tragis, ratu yang dulunya begitu terhormat (bnd. Yer. 2:2) kemudian jadi orang yang terbuang hina (kata “jajahan” di ayat 1 secara harafiah bisa diartikan sebagai budak/ pekerja rodi). Continue reading