WUJUD JANJI

143792

Renungan Mingguan

Ratapan 2

Yeremia memaparkan betapa menyeluruhnya penghajaran Tuhan berikan kepada umat Israel di kerajaan Yehuda. Di satu sisi, Tuhan secara aktif menjalankan penghukumaNya langsung kepada pihak-pihak yang bersalah kepadanya (2). Ia juga menarik perlindunganNya dari umatNya hingga musuh mereka berkuasa atas mereka (3).

Ketika Tuhan memutuskan untuk bertindak melawan umatNya, siapa yang bisa menahan Dia? Kehancuran yang dialami Israel begitu menyeluruh sampai-sampai “Tak ada petunjuk dari Tuhan, bahkan nabi-nabi tidak menerima lagi wahyu (dari Tuhan)” (9c). Kerasnya tindakan Tuhan itu tampaknya mulai membuahkan hasil. Para pemimpin Israel menunjukan tanda pertobatan mereka (10) bersama rakyat.
Seluruh negeri terbelalak menyaksikan kedahyatan amarah Tuhan. Masakan Tuhan mengizinkan ibu-ibu memakan anak kandung mereka? Masakan Tuhan membiarkan orang-orang pilihanNya dibantai di Bait Allah (20)? Namun itulah harga yang harus dibayar karena mereka telah terbiasa sehingga tidak takut lagi memanipulasi kekudusan Tuhan dan menodai kehormatanNya (14).
Ayat 22 membuat kontras yang enarik antara hari-hari raya dan hal-hal menakutkan yang tengah terjadi pada umat Israel. Didalam kitab Ulangan, Tuhan memang berulang kali menegaskan bahwa umat harus bersungguh-sungguh datang ke hadiratNya dengan Tujuan untuk bersukaria, memuji, dan membesarkan namaNya beberapa kali dalam setahun (Mis. Ulangan 14:22-29). Disini umat Israel diingatkan bahwa Tuhan bersungguh-sungguh dengan segala yang dikatakanNya dan itu berarti mencakup pula perjanjian yang mereka ikat di Ulangan 28.
Kita diingatkan bahwa apa yang dipaparkan dengan beitu mengerikan di Ratapan 2 ini tidak lain adalah perwujudnyataan dari perjanjian antara Tuhan dan umat Israel di Ulangan 28:15, 46, yaitu sebuah “tanda dan mujizat” bahwa mereka masih merupakan umat Tuhan.

RENUNGKAN: Tuhan tidak akan mengingkari janjiNya dan Tuhan juga tidak membiarkan umat melakukan dosa, janji Tuhan bagi yang beribadah kepadaNya, hukuman bagi pendosa.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s