UNTUK MEMBENTUK KITA

524780bejana1

Renungan Mingguan

Ratapan 3:21-39

Ada sebuah lagu yang syairnya bernuansa pengucapan syukur, yang dilandaskan dari ayat 22-23 dalam bacaan hari ini. Namun ternyata konteks aslinya adalah penderitaan yang begitu mendalam.

Setelah Yeremia menggambarkan penderitaan yang terus memuncak dari stanza ke stanza sejak Ratapan 3: 1, yang memuncak dengan pahit serta getir empedu dan racun (19-20), sekonyong-konyong ia memalingkan muka dari kekelaman itu dan menyatakan bahwa kendati kekelaman melanda hidup, ada secercah harapan karena kasih setia Tuhan yang terus hadir. Dalam segala keadaan hidup Tuhan setia bersama umatNya. Kalau begitu, kenapa umat masih merasakan kesulitan hidup? Kenapa Tuhan tidak mengangkat saja penderitaan? Yeremia memberikan jawaban di ayat 26 dst. Tuhan tidak senang melihat umatNya menderita, tetapi manusia membutuhkan tekanan itu bagi kehidupannya. senada dengan 1 Petrus 1:6-7, bagian Alkitab inipun hendak menyatakan bahwa penderitaan dan kesulitan hidup adalah bagian yang esensial dari pembentukan karakter manusia.
Ayat 26-29 menggambarkan proses pematangan yang dialami seorang muda ketika ia mengalami kesulitan hidup sedangkan ayat 32-38 menggambarkan proses “tak kasat mata” yang terjadi dari pihak Allah. Dapat dikatakan itulah pernyataan iman Yeremia yang melandasi pengharapannya ditengah kekelaman hidup. Pada akhirnya Yeremia mengingatkan kita bahwa di tengah kesulitan hidup, beriman kepada Tuhan adalah hal yang mendasar (39). Maka tugas kita bukanlah menebak-nebak apa yang terjadi dipihak Tuhan (apa rencana Tuhan, kenapa Tuhan berbuat begini, dsb.). Yang terpenting adalah jangan melumpuhkan diri dengan mengeluh tanpa henti. Sebaliknya kita berefleksi, merenungkan kembali siapa kita dan bagaimana kita hidup dihadapan Tuhan. Kita juga harus berserah kepada Tuhan sehingga Ia bisa memakai apapun yang kita alami untuk membentuk karakter kita hingga semakin memuliakan namaNya.

RENUNGKAN: Dalam segala hal yang terjadi, selalu ada rencana Tuhan untuk kebaikan kita, jangan pernah menyerah tetapi tetap berserah, Supaya pertumbuhan kita nyata.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s