JANGAN MUNAFIK

masks-pai-canstockphoto2647571

Renungan Mingguan

Lukas 13:10-17

Kita tentu sepakat bahwa segala peraturan agama dibuat untuk membuat peribadatan menjadi tertib. Peraturan agama, salah satunya berfungsi untuk mengatur kehidupan umat agar tercipta suasana saling mengasihi dan saling menghargai. Maka kalau peraturan agama membuat manusia menjadi tidak manusiawi, masihkan dapat kita sebut sebagai peraturan agama? ini jelas harus kita pertanyakan.

Bagi Tuhan Yesus, pertolongan atas orang yang telah dirasuk setan selama 18 tahun adalah sesuatu yang mendesak. Sabat dan rumah ibadat tidak boleh menjadi penghalang. Bukankah Sabat justru diberikan Allah untuk kebutuhan manusia (Markus 27)?. Seharusnya ada ruang di hari Sabat untuk memberi pertolongan bagi mereka yang sakit atau yang membutuhkan uluran tangan. Ketaatan atas Sabat bukan berarti meniadakan belas kasihan atas sesama. Keduanya harus disandingkan. Jadi, pertolongan yang Yesus berikan di hari Sabat dilandasi kasih kepada Allah dan manusia.
Berbeda dengan pemimpin rumah ibadat. Tampaknya ia mengasihi Allah, ternyata ia mengabaikan sesama. Sebagai pemimpin rumah ibadat, seharusnya ia bersyukur bila kebaikan Allah dinyatakan kepada orang yang dirasuk setan itu. Namun sebaliknyalah yang terjadi. Ia malah bersungut serta menyulut amarah Jemaat, ketika melihat orang itu mengalami pemulihan total. Padahal ia sendiripun sering melanggar hari sbat dengan menggiring ternaknya untuk memberi mereka makan dan minum (15). Maka di hari itu, Yesus menyatakan kehendak Allah yang sejati. Ia memulihkan orang yang dirasuk setan sekaligus membongkar kemunafikan dalam diri pemimpin rumah ibadat.
Ironis, orang yang seharusnya mengarahkan pelaksanaan peraturan agama, justru memutarbalikannya. Peraturan agama hanya ditujukan bagi orang lain, dan bukan bagi dirinya juga. Kita pun bisa terjebak kedalam kesalahan yang sama sehingga kita hanya bisa melihat kesalahan orang lain, padahal kesalahan kita jauh lebih buruk. Kiranya Tuhan menolong kita untuk tidak munafik.

RENUNGKAN:Ā Kemunafikan adalah kekejian di mata Tuhan dan sesama manusia, sehingga akan mengundang murka Allah dan menjauhkan diri kita dari kebaikan Allah.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s