YANG TERUTAMA DALAM HIDUP

invitation

Renungan Mingguan

Lukas 14:12-24

Allah sangat peduli dengan orang-orang yang terpinggirkan dalam kehidupan ini, dan apakah hal yang sama juga ada dalam setiap hati kita?. Kesejatian hidup seorang anak Tuhan tercermin dari kepeduliaannya kepada orang-orang yang miskin dan menderita. Tuhan Yesus memberikan sebuah perumpamaan yang menyiratkan adanya keuntungan materi yang diharapkan dalam sebuah jamuan makan, dibandingkan dengan sukacita dan relasi yang dibangun. Kalau seseorang mengadakan perjamuan, biasanya yang diundang adalah orang yang kaya dan terpandang, supaya ada balasan yang melebihi biaya yang dibayarkan untuk jamuan makan itu, tapi Tuhan Yesus berkata bahwa sesungguhnya yang pantas diundang adalah mereka yang miskin dan menderita yang tidak dapat membalas sehingga orang yang menundang akan mendapatkan balasan pada hari kebangkitan orang-orang benar. Lakukanlah untuk sesama tanpa berharap balasan

Perumpamaan yang kedua, Tuhan Yesus menjelaskan respon yang kurang tepat terhadap undangan yang sesungguhnya sangat penting tapi diabaikan dengan alasan keperluan orang lain. Ini adalah ciri anak-anak Tuhan yang tidak mengutamakan prioritas dalam hidupnya. Sering sebagai tamu undangan kita mengecewakan tuan rumah, karena tidak dapat memenuhi harapan dan membuat berbagai alasan sekedar untuk menghindari kewajiban untuk menghargai dan hadir diundangan.
Alasan yang diberikan juga bermacam-macam, urusan bisnis, urusan rumah tangga, dan lain-lain. Intinya orang-orang yang menolak ini pasti lebih mempertimbangkan masalah materi daripada membina relasi persaudaraan dan persahabatan. Semua ini adalah masalah prioritas.
Akhirnya Tuhan Yesus memberikan sebuah pengesahaan, bahwa perjamuan harus terus berlangsung, ‘the show must go on’. Kalau yang diundang tidak bersedia, maka ada banyak orang yang siap untuk datang memenuhi undangan ini (21). Sehingga kesempatan dibuka dan orang yang  ‘tidak memperhitungkan’, justru mendapat kesempatan untuk menerima dan hadir dalam undangan (12-14). Bukankah kita juga sering mengabaikan undangan Allah untuk memenuhi tugas dan panggilannya, marilah kita memberi respon dengan mengutamakan undangan ini.

RENUNGKAN: Undangan Tuhan Yesus diberikan dengan dorongan kasih, maka kita harus responi secara positif sebagai bukti bahwa kita mengasihi Allah dan sesama.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s