MURID YANG BERKUALITAS

4dba66e6eb355f60b843fd5db5cb67da

Renungan Mingguan

Lukas 17:1-10

Menjadi seorang murid Tuhan tidak hanya diukur dari claim “kedekatannya” dengan Tuhan, tetapi sejauh mana hubungannya dengan sesama manusia. Kita ditebus dan dipilih untuk menjadi muridNya tidak hanya untuk kepentingan diri sendiri, tetapi untuk peduli juga kepada orang lain. Kita bertanggung jawab untuk keselamatan bagi sesama kita. Pertama, kita diingatkan agar menjaga ajaran kita, jangan sampai menyesatkan orang lain (1-3). Orang yang menyesatkan atau memberikan pengaruh yang buruk kepada orang lain akan menghadapi hukuman yang berat, yaitu mengikatkan sebatu kilangan di lehernya, lalu ia dilemparkan kedalam laut. Untuk itulah Yesus mengingatkan setiap muridNya bertanggung jawab untuk segala sesuatu yang diajarkan. Kedua, kita harus belajar untuk memberi maaf bagi mereka yang melakukan kesalahan dan menuntun mereka ke jalan yang benar (3-4). Kita harus membangun relasi yang baik dengan semua orang sebagai bukti bahwa kita mengasihi Allah dan memiliki relasi yang baik dengan Allah. Tidak mungkin kita mengasihi Allah yang tidak kelihatan, sementara saudara di depan mata tidak kita pedulikan. Marilah kita mengasihi sebagaimana Tuhan Yesus mengasihi kita.
Apakah untuk hal ini dibutuhkan iman yang besar? Iman tidak diukur dari besar kecilnya, tetapi peranan iman dalam hidup kita yang diperhitungkan. Kalau kita memiliki iman, maka pasti kita melakukan kehendak Allah, dan termotivasi untuk melayani Tuhan. Iman adalah tindakan.
Kalau kita memiliki iman yang kecil saja, pasti kita mampu menjadi hamba yang baik untuk melakukan apa saja yang dikehendaki Allah. Seorang hamba juga tidak berharap akan pujian dan balasan dari majikannya, Karena memang itu sudah menjadi tugas dan kewajibannya (10). Hamba hanya bekerja saja dan mengabdi diri kepada tuannya dan tidak harus merasa punya jasa dan telah melakukan hal-hal yang istimewa bagi tuannya. Hamba adalah seorang abdi yang setia dan tekun.
Tuhan Yesus mengharapkan sikap seperti inilah yang harus ada dalam diri kita sebagai para muridNya. Walaupun menjadi murid Yesus adalah suatu anugerah dan hak yang istimewa, tetapi semua ini harus kita jalani dengan kerendahan hati sambil memikul salib dan menyangkal diri serta mengikuti Yesus dengan setia sampai akhir hidup kita. Kita harus mengutamakan untuk melaksanakan kehendak Allah dan karya Tuhan didalam dan melalui setiap kehidupan kita.

RENUNGKAN: Menjadi murid yang berkualitas dinilai dari pengabdiannya dan kerelaan untuk melakukan yang terbaik bagi Tuhan dan sesamanya. Selamat berkarya!

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s