TIDAK SEKEDAR MENERIMA

KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA

Renungan Mingguan

Lukas 17:11-19

Ketika kita menghadapi masalah dan kesulitan, biasanya sebagai orang percaya kita akan berseru kepada Tuhan mengharapkan pertolonganNya. Sebaliknya bila kita ada dalam situasi yang menyenangkan, diberkati dengan kesembuhan dan kecukupan, apakah kita masih ingat akan Tuhan dan mengucap syukur kepadaNya? Roda kehidupan akan terus berputar, tetapi anak-anak Tuhan harus dapat terus mengucap syukur. Inilah yang dikehendaki oleh Allah bagi kita.
Minggu ini kita membaca dan merenungkan suatu keadaan yang kontras, dimana ada 10 orang kusta yang sama-sama berseru meminta pertolongan dari Tuhan Yesus dan mengasihinya (13), dan puji Tuhan mereka semua disembuhkan. Namun dari 10 orang yang disembuhkan hanya satu orang yang ingat dan datang mengucap syukur kepada Tuhan. Inilah kenyataan dalam hidup kita, bahwa terkadang kita hanya meminta dan menerima dan hanya ingat Tuhan ketika kita butuh sesuatu, Allah hanya kita pakai untuk memenuhi kebutuhan kita dan tidak lebih dari itu.
Uniknya yang ingat berterimakasih kepada Tuhan justru orang Samaria, yang sebenarnya asing bagi Yesus (Non Yahudi) dan bahkan tidak disukai oleh orang Yahudi. Orang Samaria ini justru mempraktekan hidup dan perilaku hidup yang penuh ucapan syukur dengan menyembah kepada Yesus (merebahkan diri didepan kaki Yesus). Bersyukur jarang kita lakukan karena kita menganggap segala hal yang terjadi dalam hidup kita biasa saja, tetapi belajar dari orang Samaria ini, kita disadarkan bahwa bersyukur adalah respon yang harus ada dalam diri kita sebagai orang percaya, apalagi ketika kita mengalami tangan Tuhan berkarya memulihkan, menyembuhkan dan mendamaikan serta membawa kita keluar dari segala permasalahan dan kesulitan dalam hidup.
Cara kerja Tuhan memang tidak dapat dilihat, Ia bisa bekerja melalui situasii tertentu dan melalui siapa saja, Ia juga bekerja pada situasi tidak terencana dan mustahil bagi akal kita. Setiap kejadian dalam hidup kita harus mampu kita lihat sebagai anugerah Tuhan untuk menyalurkan kebaikan dan kemurahanNya (bagi setiap orang yang mengasihiNya). Kita harus memandang hidup ini dari sudut pandang rohani, seperti orang Samaria ini. Tuhan memperhitungkan iman orang Samaria ini sebagai kebenaran yang telah menyelamatkan dan menyembuhkannya. Jadi kita jangan hanya berharap untuk menerima tetapi mengucap syukurlah dan terus memberikan kesaksian yang terbaik bagi Tuhan atas segala kebaikan dan kemurahan yang telah kita terima.

RENUNGKAN: Sikap yang terbaik dalam menghadapi kehidupan ini adalah mengucap syukur.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s