BIARKAN ANAK-ANAK ITU DATANG KEPADAKU

children

Renungan Mingguan

Lukas 18:15-17

Menarik untuk disimak, yaitu ayat 16 bagian yang terakhir dalam pembacaan kita, yaitu: “… sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah”. Kalimat ini dalam catatan Alkitab Edisi Studi terbitan LAI, bisa diterjemahkan: “Kerajaan Allah adalah milik orang-orang yang seperti anak-anak”. Melalui perkataan Tuhan Yesus ini, kita mendapatkan sebuah pelajaran yang penting, yaitu jangan pernah mengabaikan atau menghalangi anak-anak untuk datang kepada Tuhan Yesus, tapi justru harus memberikan dorongan agar sejak dini, mereka “dihubungkan” kepada kasih karunia Allah yang telah menyelamatkan kita. Sayang sekali, kalau kita biarkan anak-anak kita bertumbuh tanpa pengenalan akan Tuhan, sebab keselamatan ini disediakan gratis sebagai anugerah Tuhan bagi orang berdosa. Kita tidak dituntut apapun, hanya bersikap seperti seorang anak.
Seorang anak memiliki “ketulusan” dan “kemurnian” hati. Mereka tidak punya sesuatu yang disembunyikan dan selalu berkata dan bertindak apa adanya. Inilah sikap yang dibutuhkan untuk menyambut Kerajaan Allah. Hidup seorang anak sangat diwarnai dengan ketergantungan. Anak selalu siap untuk menerima apa yang diberikan kepada dan senang dengan apa yang mereka dapatkan. Inilah pola pikir yang harus melekat dalam diri setiap orang percaya, siap mencukupkan diri dengan apa yang ada sebagai anugerah Tuhan yang harus diisi dengan firman Allah dan bertumbuh didalamNya, sehingga jiwa mereka penuh dengan suasana dan menikmati Kerajaan Allah, dan diselamatkan dari dunia yang jahat.
Kalau kita tidak datang menikmati Kerajaan Allah dengan sikap seperti seorang anak, maka kita tidak akan bisa menerima Kerajaan Allah itu, bahkan kita akan merasa aneh sendiri, mengingat Kerajaan Allah tidak dapat dihayati dan dicerna dengan pikiran, kecuali pikiran yang sudah diterangi oleh Roh Kudus dan menjalani hidup yang kudus. Terima dan jalanilah hidup ini dengan sikap yang bergantung kepada kuasa Allah.

RENUNGKAN: Kunci untuk memasuki dan menikmati Kerajaan Allah adalah dengan sikap seperti anak-anak, tulus dan murni, bergantung pada Allah dan menerimaNya apa adanya.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s