TIDAK SEKEDAR MENGERTI

letter-to-student-teacher

Renungan Mingguan

Lukas 18:31-34

Mengutip apa yang pernah disampaikan oleh John C. Maxwell bahwa: “Seorang pemimpin adalah seorang yang mengerti jalan, berjalan melalui jalan tersebut, dan dapat dilihat oleh orang lain. (A leader is one who knows the way, goes the way, and shows the way).” Seorang pemimpin harus memiliki tanggung jawab dan memahami dengan benar apa yang harus dia lakukan, dan dapat juga menunjukan kepada orang lain. Jadi, seorang pemimpin adalah seorang yang berada didepan untuk diikuti, bukan berembunyi dibelakang.
Saya sangat yakin, bahwa Maxwell pasti terinspirasi oleh kepemimpinan Tuhan Yesus. Sebagai seorang pemimpin yang memiliki kapasitas dan kompetensi, Yesus memberitahukan kepada para murid-Nya hal apa saja yang telah ditulis oleh para nabi terdahulu, kebenaran yang akan segera tergenapi melalui diri Yesus (31b). Hanya disayangkan bahwa para murid tidak dapat mengerti apa maksud dari perkataan Yesus tentang semua ini (34). Walau demikian, Yesus tidak berhenti untuk terus menyingkapkan kebenaran ini. Yesus tahu bahwa pada waktunya Semua pasti tersingkap, yaitu pada saat Roh Kudus dicurahkan atas hidup mereka. Yesus terus mengajar, memberitahukan dan memperlihatkan teladan hidup seorang pemimpin yang sejati, dan bergerak untuk menanggung penderitaan untuk menyempurnakan misiNya di dunia ini.
Mungkin kita bukan seorang pemimpin formal di sebuah organisasi, namun teladan dari Yesus sangat penting untuk ita pahami, kita harus percaya dan berpegang teguh kepada Firman Allah yang adalah kebenaran yang mutlak, dengan jalan melakukannya dengan tekun dan setia dan mengajarkannya kepada orang lain melalui teladan hidup yang menyenangkan hati Tuhan.
Jangan hanya sekedar mengerti dan mengajarkannya kepada orang lain tanpa melakukan terlebih dahulu dalam kehidupan kita secara pribadi. Seorang Kristen yang sejati tidak hanya mgomong doang dan berkutak pada teori saja, kita harus lakukan apa yang kita percayai supaya oarang lain bukan sekedar mendengar, tetapi dapat melihat dengan transparan bagaimana Firman Allah itu hidup dan nyata di setiap perjalanan kehidupan kita, dan semakin bersinar melalui kita.

RENUNGKAN: Hidup sebagai murid adalah bagaimana meneladani kehidupan Sang Guru, dan memberikan teladan kepada orang lain sebagai pelaku Firman Allah yang baik.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s