SALURAN KASIH

peduli

Renungan Mingguan

Lukas 18:35-43

Sekarang ini kita sedang hidup di dunia yang begitu hiruk pikuk, sedemikian rupa sampai kita terkadang kehilangan kepekaan terhadap dunia disekitar kita, kita menjadi orang asing di lingkungan kita sendiri. Kompetisi yang ketat, ambisi untuk “sukses” bisa melumpuhkan hati nurani sebagai anak-anak Tuhan. Sering kita abai akan keberadaan kita sebagai saksi-saksi Kristus dalam hubungannya dengan orang yang ada disekitar kita.
Tuhan Yesus sangat peduli dan mendengar kepada orang-orang disekitarNya, hal ini terlihat dari kepeduliaanNya kepada seorang pengemis buta yang berteriak ditegah keramaian orang yang mengerumuniNya, sehingga yesus menghentikan langkahNya dan meresponi teriakan pengemis buta ini. Ia bertanya dengan penuh empati dan bukan hanya basa-basi, “Apa yang kau kehendaki Aku perbuat bagimu?” (41a). Sebuah pertanyaan yang akan mengubah seluruh hidup pengemis buta ini, karena selama ini tidak ada yang menanyakan hal yang sama kepadanya, bahkan banyak orang merasa terganggu dengan keberadaannya. Apa yang mendorong pengemis buta ini berteriak? Keyakinan akan siapa Tuhan Yesus yang selama ini hanya bisa dia dengar, hari ini dia boleh datang menghampiriNya dan menerima jawaban atas hidupnya, sehingga tanpa ragu ia berkata, “Tuhan, supaya aku dapat melihat (41b)”. Disisi lain, Tuhan Yesus melihat iman yang ada dalam dirinya, dan iman inilah yang membuat dia bukan hanya sekedar disembuhkan tapi juga diselamatkan (42). Inilah demonstrasi kasih dan kepeduliaan Allah kepada kita orang berdosa. Ditengah kebisingan dunia ini, Dia sanggup mendengar seruan dan jeritan kita dan selalu hadir dalam setiap kehidupan kita untuk menolong dan membebaskan kita.
Apakah sebagai murid Yesus, kita juga memperlihatkan dan mempraktekan hal yang sama bagi lingkungan disekitar kita? Bukankah kepeduliaan kita adalah dalam upaya untuk mengalirkan kasih Kristus yang tercurah melimpah kedalam kehidupan kita, mari kita responi jeritan dan ulurkanlah tangan untuk menolong sesama yang membutuhkan.

RENUNGKAN: Hidup sebagai murid Tuhan Yesus Kristus harus memiliki kepekaan kepada sesama, sehingga kita dipakai oleh Roh Kudus untuk menyembuhkan dan menyelamatkan.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s