MENYAMBUT RAJA DENGAN SUKACITA

hd-christmas-2013-wallpapers-10

Renungan Mingguan

Lukas 19:28-40

Hal yang biasa terjadi di budaya kita, dimana bila ada seorang pejabat penting yang akan berkunjung ke suatu daerah, maka pasti disiapkan upacara penyambutan sebaik dan semeriah mungkin, sebagai suatu tanda penghormatan dan rasa sukacita atas kunjungannya. Hari ini kita baca bagaimana Tuhan Yesus telah tiba pada puncak perjalanan di Yerusalem dan menyuruh para murid untuk mempersiapkan segala sesuatu guna memasuki kota suci (30-35) dan para murid melakukan seperti yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus kepada mereka, sehingga pada akhirnya Yesus masuk ke Yerusalem. Murid-murid sangat bersuka cita untuk untuk peristiwa ini, mereka menghamparkan pakaian disepanjang jalan yang dilaluiNya. Menyadari penggenapan nubuatan dalam Alkitab yang tertulis dalam Mazmur 118:26, tentang kedatangan Sang Raja Kemuliaan yang diberkati tang memasuki kota suci dengan mengendarai seekor keledai telah digenapi (38). Tetapi sukacita ini tidak dinikmati oleh para orang Farisi yang ikut serta dalam rombongan ini, malah mereka merasa sangat terganggu oleh sorak-sorai para murid Yesus, sehingga meminta Tuhan Yesus agar menegur mereka, tetapi Yesus memberikan jawaban yang justru membuat mereka bungkam (39-40).

Ketika Sang Raja Kemuliaan datang dalam kehidupan kita untuk memulihkan kesselamatan, kuasa dan pemerintahanNya atas kehidupan kita, apakah kita juga memiliki antusias untuk menyambut dengan sukacita seperti para murid? Apakah yang kita lakukan sebagai ungkapan sukacita kita atas kehadiranNya dalam kehidupan kita? Murid-murid Yesus mengelu-elukan dan menggelar pakaian mereka di jalan yang akan dilalui oleh Yesus dan apakah kita juga siap untuk bersorak-sorai bagi kemuliaanNya dan rela mengorbankan segala yang terbaik sebagai ungkapan syukur kita atas kedatanganNya dalam kehidupan kita untuk menebus dosa kita? sambutlah Yesus dengan hati yang terbuka dan tidak sekedar “berpesta”. Bersukacitalah dalm menyambut Raja diatas segala raja, Tuhan diatas segala tuhan, Juruselamat kehidupan kita. Selamat menyambut Natal 25 Desember 2013.

RENUNGKAN: Natal bukan masalah kemeriahan apalagi kemewahan, tetapi Natal adalah cara kita menyambut Yesus yang datang dalam kemuliaan dan kerelaan untuk mempersembahkan hidup kita kepadaNya lebih dari sekedar yang dipersembahkan orang Majus dari Timur. Puji Tuhan!.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s