MURID SEJATI

holybible

Renungan Mingguan

Lukas 20:1-8

Kalau diukur, maka sudah cukup panjang perjalanan para pemimpin agama Yahudi mengikuti pelayanan Tuhan Yesus. Di mulai di Galilea, dimana Ia mulai melayani dengan mengajar dan memberitakan Injil Kerajaan Allah (Lukas 5:17), mereka terus mengikuti Yesus. Pertanyaannya adalah, sebagai pemimpin Agama Yahudi, untuk apa mereka mengikut Dia terus menerus?

Sejak awal pengajaranNya, sebenarnya mereka telah menemukan kebenaran sejati. Ajaran Tuhan Yesus telah membongkar banyak hal yang salah dalam kehidupan dan ajaran para pemimpin agama, tetapi mereka tidak terbuka untuk ajaran Tuhan Yesus (Luk. 7:30). Bahkan berusaha untuk menutupi kebenaran dari ajaranNya dan menghalangi ketertarikan orang banyak terhadap otoritas Yesus. Itulah yang dilakukan disepanjang mengikuti Yesus. Mereka gagal membendung kebenaran, dan ternyata semakin hari semakin banyak orang yang tertarik dan mau mendengarkan ajaran dari Yesus (luk. 19:47-48). Inilah pepatah dikatakan dengan istilah makin dihambat, makin merambat.
Motivasi pemimpin agama ini dalam mengikuti Yesus sangat tidak tulus, dan hanya ingin menjatuhkan dan menjaga agar tidak semakin banyak orang yang mengikut Yesus. Mereka merasa sangat tersaingi oleh ajaran kebenaran sejati yang Yesus ajarakan. Mereka mengeraskan hati untuk menolak otoritas Yesus yang berasal dari Bapa dengan cara mempertanyakan (2), Yesus tahu isi hati mereka dan mengajukan pertanyaan balik, untuk membongkar kepalsuan dan kemunafikan mereka (3-4). Ternyata mereka sangat licik dan menjari aman, sehingga tidak berani menjawab pertanyaan Yesus, bukan karena tidak tahu, tetapi karena mereka tetap menolak untuk mengakui kebenaran yang sesungguhnya. Ini hidup keberagamaan tanpa kebenaran. Mereka mau mengikut Yesus tetapi menolak untuk menjadi murid. Sungguh sebuah kepengikutan yang sia-sia, dan buang-buang waktu, karena hanya sekedar menjaga agar kepentingan mereka tidak terganggu.
Bagaimana dengan kita, apakah yang memotivasi kita dalam mengikut Yesus dan apa yang kita cari? Kebenaran, kebutuhan, kepuasan, atau bahkan hanya sekedar “pelarian”?. Mari kita awali tahun 2014 dengan bertekad untuk menjadi seorang Murid Sejati. Tanpa ini, semua hanya menunggu perjalanan waktu saja. Menjadi murid Yesus harus bersedia membuka hati untuk menerima pembaharuan RohNya, agar kita terus diubah menjadi baru, batin yang baru, pikiran yang baru, pola bicara dan perbuatan yang baru, sehingga hidup kita kepengikutan kita tidak menjadi sia-sia.

RENUNGKAN: Seorang murid sejati lebih mengutamakan kebenaran daripada ketenaran, agar hal ini terwujud dalam diri kita, marilah kita terima kebenaran yang mutlak dari Yesus Kristus.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s