MENGHARGAI ANUGERAH

buah-anggur

Renungan Mingguan

Lukas 20:9-19

Dalam Pengajaran Yesus, Dia sering mengoreksi penyimpangan para ahli-ahli Taurat dan Imam-Imam Kepala, namun mereka tetap berpegang pada kebenaran mereka masing-masing (Roma 10:1-3). Memang, pertobatan dan perubahan hidup seseorang memerlukan anugerah Tuhan. Melalui pembacaan kita minggu ini, kita kembali melihat bagaimana prilaku para Ahli-ahli Taurat dan Imam-Imam Kepala. Mereka diumpamakan oleh Yesus sebagai penggarap-penggarap kebun anggur yang menyewa kebun anggur dari pemilik yang tidak lain adalah ALLAH sendiri. Pada saat pemilik anggur mengutus hambanya untuk mengambil hasil kebun anggur, para penggarap justru memperlakukan mereka dengan tidak baik, dimana mereka dipukuli dan menyuruh pulang tanpa membawa hasil. dan hal ini terjadi berulang-ulang sampai hamba ketiga diutus (Bdk. Lukas 11:49). Akhirnya pemilik kebun anggur mengutus anakNya sendiri, dengan harapan para penggarap akan lebih menghargai, namunperlakuan yang sama terjadi bahkan anakNya dibunuh karena Dia adalah ahli waris pemilik kebun anggur. Inilah kelakuan para penggarap yang jahat dimata Tuhan, yang menyebabkan Tuhan menegur mereka dengan keras sebelum menerima hukuman dihancurkan dan diremukkan (18). Tuhan pasti menghukum setiap kejahatan, dan tidak membiarkan dosa menguasai kita.
Perumpamaan ini adalah gambaran bangsa Israel yang kerap menolak Kerajaan Allah. Allah berulang kali mengutus para Nabi untuk menyampaikan Firman Allah, dan akhirnya mengutus anakNya untuk berbicara kepada mereka dan mereka tetap menolak bahkan menyalibkanNya sebagai puncak penolakkan mereka. Tindakan yang tidak bijak.
Belajar dari hal ini, kita tentu tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, kita tidak boleh menolak Yesus sebagai Anak Allah, Juruselamat yang telah dikaruniakan Bapa kepada kita dengan cara menerima dan menaati Dia dan tidak menyia-nyiakan anugerah yang besar dari Bapa di surga. Mari kita buka hati dan menerima Dia memerintah atas hidup kita, supaya kita selamat dan tidak terhilang dan tersesat didunia yang berdosa ini.

RENUNGKAN: Karena kasih Allah yang besar kepada manusia berdosa, maka Ia telah mengutus AnakNya yang tunggal supaya jangan ada yang binasa tetapi beroleh hidup yang kekal.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s