HIDUP SETELAH KEMATIAN

indonesia-terasering

Renungan Mingguan

Lukas 20:27-44

Ada banyak pertanyaan di dunia ini yang sulit dijawab, apalagi menyangkut masa yang akan datang dan terlebih masalah yang menyangkut kehidupan setelah kematian. Namun masalah inilah yang coba dijawab oleh agama-agama dan kepercayaan di dunia ini. Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, ada sekelompok orang Saduki yang bertanya kepada Yesus tentang misteri dibalik kematian dan golongan orang Saduki adalah orang Yahudi yang tidak percaya terhadap kebangkitan. Mereka ingin mengerti kehidupan di masa yang akan datang dengan pemahaman kehidupan pada masa kini. Untuk itu Yesus menjawab pertanyaan mereka dengan mengatakan bahwa kehidupan di dunia sekarang beda dengan kehidupan di dunia yang akan datang. Kalau di dunia sekarang ada perkawinan, tetapi di masa yang akan datang tidak lagi terjadi kawin mengawini. Kita tidak dapat memakai pola pikir dunia saat ini untuk memikirkan kehidupan dibalik kebangkitan dari kematian.

Pemikiran manusia yang telah jatuh kedalam dosa sangat terbatas, sehingga wajar kalau mengalami kesulitan untuk memikirkan tentang kekekalan. Untuk itu kita harus percaya kepada apa yang ditulis dalam Alkitab dan apa yang diajarkan oleh Tuhan. Terutama kita harus percaya akan adanya kebangkitan dan hidup kekal melalui Kristus. Sehingga Roh Kudus mengungkapkan wawasan bagi kita untuk dapat memikirkan hidup yang kekal ini, sebab Roh Kudus inilah yang akan memimpin kita kedalam kebenaran.

Kemudian Tuhan Yesus melanjutkan bahwa Tuhan yang mereka sembah disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, maksudnya kendatipun mereka sudah mati secara fisik, tetapi mereka tetap hidup dihadapan Allah, yaitu Allah yang sama yang telah memanggil Musa (Kel. 3). Allah yang sama yang kita sembah sebagai orang-orang percaya di masa kini. Percaya kepada Yesus menjamin kita memiliki hidup kekal dibalik kematian. Suatu kehidupan yang berbeda dengan kehidupan dibalik kematian. Jangan kita mengikuti filosofi dunia tentang kehidupan dibalik kematian, tetapi percaya kepada Yesus Kristus, Allah yang kekal, maka kita akan mewarisi hidup kekal bersamaNya.

RENUNGKAN: Hidup kekal hanyalah ada didalam Yesus Kristus, Allah yang kekal mulia.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s