KETEKUNAN, KETAATAN, KESETIAAN

green-road

Renungan Mingguan

Lukas 22:1-6

Rencana untuk membunuh Yesus tampaknya sulit untuk dilaksanakan oleh para Imam Kepala, dan Ahli-Ahli Taurat dan membuat tokoh-tokoh ini semakin “galau” tetapi tetap tidak membuat mereka mundur dari rencananya. Mereka takut kepada orang banyak dan kuatir tidakan mereka akan mendapatkan dan reaksi negatif dari orang banyak yang dapat menimbulkan mosi tidak percaya kepada para pemimpin agama ini dan memudarkan rasa hormat orang banyak kepada mereka. Mereka takut mempertaruhkan reputasi mereka, sebab Yesus pada waktu itu sangat populer. Akhirnya mereka berjumpa dengan murid Yesus yang bernama Yudas Iskariot, sehingga membuka kembali kesempatan. Hal yang aneh terjadi, bahwa sebagai pemimpin agama ternyata mereka lebih takut kepada manusia daripada takut kepada Tuhan. Mereka tidak berusaha menyenangkan hati Tuhan, tetapi hanya sekedar mencari popularitas demi kepentingan diri.

Yudas menjadi alat iblis membuka celah dan berkomplot dengan para pemimpin agama untuk melaksanakan niat mereka membunuh Yesus. Seolah bensin yang disiram ke api, dua pihak dengan satu hasrat berpadu, bekerjasama, berkolusi dan berkolaborasi. Satu pihak karena takut disaingi, satu pihak karena cinta akan uang. Hasrat yang disusupi oleh kuasa kegelapan dan menghasilkan tindakan kejahatan. Kesepakatan dihasilkan, dimana Yudas akan menyerahkan Yesus kepada para pemimpin agama ini hanya dengan sejumlah uang perak (4-5).
Apakah karena iblis yang mendalangi tindakan Yudas, maka dalam hal ini Yudas dapat dibenarkan? Tentu tidak. Iblis adalah musuh Tuhan yang sesungguhnya, oleh sebab itu, siapa yang membuka diri dan memberi kesempatan kepada iblis, pasti dihukum juga.
Yudas adalah murid Yesus yang suatu saat rela meninggalkan segala sesuatu demi Kristus. Dia telah mendengarkan pengajaran Yesus dan melihat kuasaNya melalui mujizat yang Dia lakukan. Sebenarnya tidak ada alasan untuk kemudian berbalik melawan Yesus, sehingga dia diingat sebagai penghianat. Tetapi cinta uang telah menyebabkan semua ini (5-6). Sangat tragis dan sekaligus menjadi peringatan bagi kita, yaitu jangan sia-siakan keselamatan hanya karena kenikmatan sesaat walaupun jalan sukar harus kita tempuh. Bertekunlah dalam ketaatan dan kesetiaan, sebab ada upah besar sedang menanti. Jangan jual Yesus hanya karena sesuatu yang fana. Belajarlah dari Yudas, bahwa pada akhirnya dia harus menyesali ini semua, tapi sayang dia tidak berusaha untuk bertobat dan kembali kepada Yesus, sehingga ia binasa.

RENUNGKAN: Mengikut Yesus berarti siap meninggalkan keinginan dunia tanpa syarat.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s