TIDAK SEKEDAR PERINGATAN

komuni

Renungan Mingguan

Lukas 22:14-23

Pembacaan kita hari ini adalah bagian Firman Allah yang sangat populer bagi kita, terlebih setiap Minggu Pertama kita melaksanakan perjamuan Kudus, dan ayat 19-20 ini akan menjadi formula dan selalu dibacakan. Ayat yang tidak kalah penting mengenai ini juga terdapat dalam 1 Korintus 11:23-25. Perjamuan Paskah yang diadakan ini merupakan suatu perjamuan terakhir sebelum Yesus akan menyerahkan nyawaNya untuk mati dan dibangkitkan (16, 18). Yesus adalah Allah yang Mahatahu, sehingga Dia menyadari bahwa sesaat lagi, yaitu sesuai perjamuan ini, diriNya akan mengalami perpisahan dengan para murid-muridNya (15).
Salah satu ungkapan yang dinyatakan oleh Yesus yang menarik adalah “peringatan” (19) dimana dalam bahasa asli, istilah yang digunakan merujuk pada peringatan yang khusus terhadap suatu peristiwa yang memiliki ikatan dan pengaruh secara berkelanjutan hingga saat ini dan juga seterusnya. Berarti Yesus sendiri menginginkan supaya peristiwa perjamuan terakhir ini harus kita ingat secara khusus dari waktu ke waktu untuk mengukuhkan ingatan terhadap peristiwa dimana Ia telah mengorbankan diriNya untuk mati tersalib demi menebus dosa manusia bahkan menebus alam semesta dari pengaruh dosa. Sebuah sejarah yang terlalu penting untuk dilupakan.
apa yang harus diingat dari peringatan perjamuan kudus ini, sehingga gereja menetapkan perjamuan kudus ini sebagai salah satu sakramen? jawabannya adalah kasih karunia dan anugerah keselamatan yang diberikan Tuhan Yesus kepada setiap orang yang percaya kepadaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Oleh pengorbananNya diatas kayu salib, maka keselamatan diberikan kepada orang yang percaya kepadaNya tanpa syarat. Ini hanya kita dapatkan didalam Yesus.
Dalam kalender gereja, kita sedang memperingati minggu-minggu sengsara Tuhan, dan sebentar lagi kita akan memperingati Jum’at Agung dan Paskah. Bagaimana persiapan hati kita dalam mengenang pengorbananNya diatas kayu salib demi menebus dosa kita orang berdosa? Kita jangan menjadikan Perjamuan Kudus ini hanya sebagai kegiatan rutin setiap bulan, tetapi ingat dan kenanglah betapa besar kasihNya, sehingga rela menyerahkan nyaawaNya untuk mati demi menebus hidup kita. Bulatkan tekad kita, untuk mempersembahkan hidup kita sepenuhnya untuk menjadi alat yang menyatakan anugerahNya demi menyelamatkan setiap orang berdosa.

RENUNGKAN: Relakah kita menjadi roti yang terpecah dan anggur yang tertumpah demi keselamatan dan kebebasan bagi orang-orang berdosa yang terikat dan terbelenggu oleh dosa?

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s