PEMIMPIN YANG MELAYANI

servant leader

Renungan Mingguan

Lukas 22:24-38

Banyak iklan dari perusahaan jasa yang bertema pelayanan, umpamanya ada yang menjadikan motto perusahaannya berbunyi: “Kami ada untuk melayani Anda.” Iklan itu tentunya bertujuan untuk meyakinkan para customer dan biasanya bersifat janji. Namun, ini tidak hanya terjadi dalam dunia bisnis, tetapi juga menjadi model kepemimpinan masa kini, yaitu kepemimpinan yang melayani dan menjadi fenomena atau tren masa kini.
Jauh sebelumnya, ternyata model kepemimpinan yang melayani sudah diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada para murid-muridNya (26). Bahkan melayani adalah fokus dan tujuan kedatangan Yesus kedalam dunia. Dia datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani. Yesus serius menanggapi perdebatan para murid yang sedang membandingkan siapa yang terbesar dan terhebat diantara mereka. (24). Hal yang kurang simpati, sebab sementara Yesus sedang bergumul untuk menghadapi “Salib”, para murid justru sedang mencari popularitas. Inilah situasi yang sedang marak terjadi dalam dunia pelayanan.
Yesus memberikan teladan dalam berbuat, yaitu dengan menjadi pemimpin yang melayani (27), Dia memberikan bukti dan tidak sekedar janji. Dia yang berhak dan punya otoritas untuk menentukan posisi masing-masing (29), dan kita hanya jadi hamba saja.
Godaan dalam dunia pelayanan gereja pun, kerapkali membawa kita untuk saling membandingkan satu dengan yang lain dan menjurus kepada persaingan. Kita juga selalu berupaya untuk mencapai posisi hierarki yang tertinggi dengan tujuan untuk dilayani dan bukan mendapatkan otoritas untuk melayani. Kita mengejar pujian diri sendiri dan bukan pujian dan kemuliaan bagi Allah. Sebenarnya inilah contoh pemimpin yang gagal seperti yang diingatkan oleh Tuhan Yesus kepada Petrus (31) dan juga kepada kita semua.
Pada saat krisis, kita harus sigap dan memperlengkapi diri dengan senjata rohani (36), tetapi para murid salah menanggapi peringatan Yesus, karena terjebak pada pola kepemimpinan dunia yang hanya mencari keberhasilan duniawi dan pencitraan diri.
Mari kita menginstropeksi diri, apakah kita menerapkan pola pelayanan seperti Tuhan Yesus atau pandangan model kepemimpinan modern yang hanya mengutamakan hak dan kuasa, bukan untuk melayani Tuhan dan sesama dengan lebih sungguh?

RENUNGKAN: Kualitas kepemimpinan Kristen adalah terletak pada bagaimana dia melayani dan memberi diri untuk menjadi hamba yang benar dan setia bagi Yesus Kristus Tuhan.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s