DOA DALAM KESESAKAN

light-in-the-dark

Renungan Mingguan

Mazmur 69:1-19

Apakah orang benar juga akan mengalami kesesakan? Biasanya kita selalu dengar kesaksian bahwa orang benar akan mengalami kebaikan Tuhan dan tentu kita bersyukur atas semua ini. Kita menganggap bahwa ini adalah sebuah kewajaran, dimana semua ini wajar dialami oleh orang-orang benar. Tetapi kenyataan yang sebenarnya tidaklah begitu, sebab semua orang benar juga akan mengalami berbagai kesulitan, bahkan gelombang aniaya dahsyat akan dialami orang-orang benar, tidak sedikit beban hidup yang berusaha untuk menghempaskan dan ingin menghancurkan kehidupan orang beriman. Pengalaman kita di Indonesia pada saat ini, juga menjadi pengalaman orang-orang percaya di banyak tempat lain, seperti yang disaksikan oleh Pemazmur di ayat 1-5. Penderitaan ini timbul justru sebagai dampak dari kesungguhan dalam mencari dan mencintai Tuhan (10).
Orang benar tidak boleh gentar menghadapi tekanan dan himpitan, sebab justru melalui kesesakan yang kita alami akan melatih kita menjadi pribadi yang tahan uji. Kesesakan tidak selalu buruk, namun memiliki dimensi sendiri dimana Allah memakai ini semua untuk menempa umat tebusanNya, Dia melatih kita untuk tegar berdiri, tidak goyah, belajar mempercayakan diri kepada Tuhan, siap dibentuk dan tahan uji. Di dalam proses menghadapi kesulitan dan kesukaran inilah kita mengalami proses menjadi murid. Sebagai orang Kristen, kita diajar untuk berdoa, menilai dunia dengan pertimbangan yang benar, sehingga tidak mengaihi dunia dengan segala keinginannya, realistis menghadapi hidup ini dengan kacamata iman, dan serius melawan dosa dan kuasa iblis dan kejahatan.
Dorongan dari semua pembentukan ini adalah kesungguhan untuk mencari dan mengenal Tuhan dengan iman. Memprioritaskan Tuhan diatas segalanya, sadar bahwa segalanya dari Dia, oleh Dia dan untuk Dia, Allah didalam Yesus Kristus yang tidak bisa digantikan dengan apa dan siapapun di dunia ini, dan menjadikan Dia segalanya bagi kita.

RENUNGKAN: Ketika duka derita dan kegelapan mencekam, itulah saatnya bagi kita untuk menatap dalam cahaya sinar kemuliaanNya, untuk diyakinkan bahwa Yesus ada bersama kita.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s