TUHAN PEDULI PENDERITAAN UMAT-NYA

charity 1

Renungan Mingguan

Mazmur 69:20-37

Penghiburan dan kekuatan akan didapat oleh umat Tuhan, bila meyakini bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan orang beriman ketika mengalami kesulitan dalam kehidupan ini. Pengharapan dan penghiburan disediakan Allah. Ia mengerti dan peduli setiap kesulitan yang kita alami dan inilah yang menyebabkan Ia berinisiatif untuk membebaskan bangsa Israel dari negeri Mesir. Ia mengangkat Hakim-Hakim untuk melepaskan umatNya dari tekanan dan himpitan penguasa Mesir yang tidak kenal bahkan membenci Allah.
Pemazmur menggambarkan betapa berat penderitaan yang dialami, seperti orang yang terperosok kedalam lumpur hisap. Korbannya pasti mati dalam sedotan lumpur atau pasir yang membuatnya tidak berdaya. Inilah lukisan Pemazmur tentang keadaan yang dahsyat, tetapi dari manusia-manusia yang berontak melawan Allah. Allah berdaulat dan berkepentingan untuk menegakkan kebenaran dan keadilanNya. Inilah yang mendasari orang percaya untuk mengadukan penderitaan dan memohon pelepasan dari Tuhan Allah.
Kebencian tidak dapat diatasi dengan membenci, hukum Kristiani adalah Kasih. Kasih kepada musuh inilah yang menjadi dasar untuk mengatasi segala akar kebencian dan permusuhan. Kasih dari hati yang tulus yang berasal dari Allah (Agape) menjadi penyejuk hati yang bergolak karena api kebencian. Dan doa Pemazmur ini terungkap dari perspektif kasih. Tujuan akhir dan motivasi permohonan doa Pemazmur bukanlah supaya orang lain mendapat balasan dan menderita sebagai balasannya, tetapi supaya Allah tidak dihujat tetapi sebaliknya dimuliakan. Semangat untuk mendapatkan keadilan tidak harus menghapuskan kewajiban kita untuk mengasihi, sebaliknya kasih tetap tidak boleh mengabaikan keadilan. Tegakkan keadilan dengan kasih dan nyatakanlah kasih dengan keadilan. Tuhan Yesus yang bangkit setelah menanggung kejahatan manusia, mampu menciptakan kekuatan kasih yang akan mengalahkan pengaruh dosa dan kejahatan dunia.

RENUNGKAN:Ā Kuasa kebangkitan Kristus, menumbuhkan kasih di hati setiap orang percaya.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s