PERLINDUNGAN DI MASA TUA

cinta-untuk-kakek-dan-nenek

Renungan Mingguan

Mazmur 71

Banyak orang tua kita yang merasa ditinggalkan, bahkan merasa di buang, sementara justru dimasa tua ini mereka membutuhkan sandaran dan topangan karena tidak lagi leluasa bergerak dan beraktivitas. Banyak tekanan yang semakin melemahkan sebagai akibat dari berbagai perasaan negatif yang menghinggapi dan bergejolak dalam kehidupan mereka yang cenderung menjadi pasif karena kondisi fisik yang sudah renta. Ia tidak lagi kuat dan dapat beraktivitas seperti pada masa mudanya (9). Ia tetap merasa tidak dihormati dan bahkan sudah tidak berguna dan merasa banyak orang memusuhi (psikis ) dan bahkan ancaman kematian senantiasa menghiasi pikirannya (10-11).
Di saat seperti ini, Pemazmur mengenang perjalanan hidupnya bersama Tuhan yang dimulai ketia ia msih muda (16-17). Ia memberikan sebuah pelajaran yang baik dan patut kita teladani, yaitu sebuah kesadaran tentang Allah, dimana Allah yang dulu telah terbukti setia dan berkuasa dalam menyertainya, maka di masa tua sekalipun, ia tetap bersandar dan memohon Allah untuk menopang hidupnya. Pemazmur tidak membiarkan kelemahan menguasai dirinya, dan tetap menjaga kedekatannya bersama dengan Allah.
Bagaimana pada umumnya orang mengisi hari tua? Banyak pikiran dibenaknya, merasa sepi, sedih, lemah dan tak berdaya, tidak ada gunanya lagi, tidak dihargai, kuatir dan takut menghadapi masa depan, merupakan hal yang duniawi dalam pengalaman krisis seseorang yang sudah menginjak usia tua. Bahkan justru anggota keluarga sendiri yang kerap kali mengecewakan dengan sikap acuh tak acuh terhadap orang tuanya. Dan bahkan ada yang dengan rela menitipkan mereka di panti jompo, karena kesibukan masing-masing sebagai alasan dan kurang memberikan perhatian seperti yang diharapkan oleh para orang tua ini. Bersyukurlah, bahwa melalui Mazmur ini, kita diberikan panduan dan prinsip bagaimana menghadapi kenyataan di hari tua. Pertama, jadikan Tuhan sebagai sumber segala kebutuhan kita, supaya kita semakin berakar di dalamNya (18). Kedua, kobarkan semangat memuji Tuhan (21-24 dan akhirnya tetap menjadi berkat (7).

RENUNGKAN: Usia Tua tidak boleh mengurangi intensitas dan kualitas kita dalam membangun relasi dengan Tuhan, tetapi justru sebaliknya. Masa Tua adalah kesempatan untuk menyaksikan segala kebaikanNya sebagai warisan kepada anak-cucu agar tetap setia kepada Allah.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s