HAMBA YESUS KRISTUS

heaven-dove

Renungan Mingguan

Roma 1:1-4

Tidak kenal, maka tidak sayang. Inilah kira-kira ungkapan yang selalu membuat seseorang ingin dikenal atau mengenal. Ini juga yang dilakukan oleh Rasul Paulus saat memulai setiap tulisannya. Siapakah Paulus dalam nats ini? Ia memperkenalkan kepada Jemaat yang belum pernah mengenalnya secara pribadi (1). Paulus memperkenalkan diri sebagai Hamba Kristus Yesus yang berarti budak (doulos) yang hidup untuk melayani dan mengabdi kepada Kristus Yesus. Dipertegas dengan menyebut dirinya sebagai rasul yang dipanggil dan dikuduskan (dikhususkan) untuk memberitakan Injil Keselamatan dari Allah (1; bdk. Galatia 1:1). Ini adalah anugerah Tuhan Allah sendiri yang mengaruniakan Paulus suatu panggilan hidup yang mulia. Allah juga yang memperlengkapi dan membuat pelayanan Paulus membawa banyak berkat dan melalui tulisan-tulisannya ia menyandang otoritas Ilahi untuk membentuk pemahaman dan penghayatan iman Kristen yang sejati.
Injil adalah sebagai penggenapan janji Allah. Sebelum Paulus mengenal Kristus, Injil Yesus Kristus adalah sesuatu yang ditolak bahkan “dianiaya” karena dianggap tidak sejalan dengan keyakinan pada saat itu, sebagai seorang Ibrani yang taat. Tetapi saat Yesus yang bangkit itu sendiri menyatakan diriNya dengan sebuah perjumpaan di tengah jalan menuju ke Damsyik untuk membinasakan orang-orang percaya, disinilah awal Paulus diyakinkan bahwa Injil adalah kebenaran yang tidak menyimpang dari keyakinanya dan sesuai dengan yang disuratkan dalam kitab-kitab Suci di Perjanjian Lama yang dipegang teguh oleh Paulus sebelum percaya kepada Yesus. Karena Yesus Kristus menggenapi janji itu, maka kita harus percaya kepada Yesus Kristus sebagai jalan keselamatan. Hari ini kita memperingati hari Pentakosta, yaitu pencurahan Roh Kudus yang menjadikan kita sebagai murid-murid untuk pergi sebagai saksi untuk memberitakan Injil kepada semua makhluk, menjadikan Yesus Kristus sebagai pusat dan prioritas kehidupan kita semua.

RENUNGKAN: Roh Kudus telah dicurahkan kepada kita sebagai gereja pada 2.000 tahun yang lampau, telah merelevansikan kita sebagai murid untuk melaksanakan Amanat AgungNya untuk pergi dan menjadikan segala bangsa menjadi muridNya, marilah kita sambut ini dengan penuh sukacita dan jadikanlah diri kita sebagai gereja yang misioner. Selamat Hari Pentakosta!.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s