INJIL UNTUK SEMUA

The-Good-News

Renungan Mingguan

Roma 1:5-7

Dilihat dari latar belakang Rasul Paulus, ia adalah orang Ibrani, suku Benyamin. Ia sangat bangga dengan statusnya ini, dan menjadikan dirinya sangat “ekslusif”. Setelah perjumpaannya dengan Kristus melalui cahaya kemuliaan Kristus yang membutakan matanya sesaat, justru mata hatinya terbuka. Paulus melihat bahwa jangkauan kasih yang menyelamatkan dari Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus itu adalah seluas isi dunia ini. Kasih Allah universal dan tidak membeda-bedakan. Ia ingin semua bangsa diselamatkan. Dan keselamatan itu disediakan melalui Tuhan Yesus Kristus. Itulah panggilan dan berita sukacita dari semua hamba-hamba Tuhan yang sejati yang bersedia dan dengan sukarela menuntun setiap orang dari setiap suku bangsa supaya percaya dan menerima serta taat kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Gembala yang Baik (5) di dunia ini.
Roma pada saat zaman Rasul Paulus adalah Ibukota Kerajaan Romawi. Tentu semua ada disana, dunia yang gemerlap dengan segala kemegahan, keindahan, dan kekayaan serta menjadi pusat kekuasaan, namun juga sarat dengan berbagai kejahatan dan dosa yang merajalela walaupun diwarnai dengan berbagai corak agama ada disana. Orang-orang percaya di Roma kebanyakan bukan berasal dari suku dan bangsa Ibrani dan pada umumnya dari latar belakang status sosial yang rendah. Menurut pandangan orang Yahudi mereka tidak termasuk umat Allah. Menurut penduduk Roma yang terhormat, dan dari latar belakang status sosial yang tinggi, mereka orang yang tidak dipandang. Tetapi menurut Firman Allah, mereka adalah milik Tuhan yesus Kristus. Demikian juga kita orang percaya pada saat ini, walaupun kita kerapkali tidak dianggap dan bahkan dianggap masyarakat rendah, tetapi kita sangat dipandang oleh Yesus Kristus, kita dikasihi Allah dan sedang dikuduskan terus menerus (7) sampai pada saatnya kita akan menerima kuasa untuk memerintah bersama Yesus Kristus di surga yang mulia. Inilah yang mendorong kita untuk bertahan ditengah berbagai tekanan dan himpitan dunia dan pengaruh dosa. Dan kita tetap menjaga hidup kita sesuai dengan Firman Allah dan tetap teguh beriman.

RENUNGKAN: Kita adalah milik Yesus Kristus, sehingga kita harus hidup untuk melakukan Firman Allah, supaya kita menyenangkan hatiNya dan menjadi alat KerajaanNya di dunia ini.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s