HASRAT HATI SEORANG HAMBA TUHAN

Gereja-Immanuel

Renungan Mingguan

Roma 1:8-15

Seorang hamba Tuhan pasti memiliki hasrat hati agar dapat dipakai oleh Tuhan dengan heran dan melihat pelayanannya serta pengabdiannya diberkati oleh Tuhan. Siapa yang tidak ingin melihat kuasa Tuhan melalui pelayanannya, sehingga ada tanda-tanda ajaib yang dilakukan oleh Roh Kudus dalam pelayannya? Hanya saja hal-hal ini tidak boleh hanya sekedar membuat kita berpuas diri, melainkan sebagai kesempatan untuk membentuk karakter kita agar semakin menyerupai Tuhan Yesus Kristus dan membuat kita semakin giat dalam melayani setiap jiwa-jiwa dan menjadikan mereka sebagai murid yang sejati bagiNya. Inilah yang dikehendaki oleh Kristus bagi orang-orang percaya. Tugas kita adalah bagaimana setiap orang boleh percaya juga.
Tidak ada catatan yang jelas tentang asal usul dan siapa pendiri Jemaat di Roma, siapa misionaris yang memberitakan Injil dan merintis pendirian Jemaat ini tidak jelas, dan juga bukan oleh Rasul Paulus, tetapi keberadaan Jemaat ini tidak mengurangi rasa syukur dari Rasul Paulus (8). Ia terus mendoakan (9), bahkan merindukan untuk dapat mengunjungi Jemaat di Roma untuk bersekutu dan membagikan berbagai karunia rohani (11). Seorang hamba Tuhan tidak hanya sekedar mencari kepentingannya sendiri, tetapi harus dapat melihat setiap pelayanan itu dari sudut pandang yang luas, yaitu seluas kasih karunia dan anugerah Allah yang mengasihi dunia ini dengan kasih yang tidak terbatas. Seorang hamba Tuhan harus berjiwa besar, berpikiran luas.
Dalam kehidupan bergereja dan dalam melayani Tuhan, kita juga tidak sekedar ingin mendapatkan manfaat, apalagi untuk mendapatkan sesuatu kebutuhan. Gereja harus menjadi tempat dimana kita beribadah atau berbakti kepada Allah sebagai ungkapan syukur atas setiap penyertaan Tuhan Yesus Kristus dalam kehidupan kita dan terus rindu untuk mendapatkan bimbinganNya melalui aktivitas ibadah yang kita laksanakan. Dan kita jangan kuatir, karena ibadah yang demikian justru memberikan manfaat yang besar dalam kehidupan kita. Ada sukacita, karena Jemaat mendapatkan berkat dalam kehidupan bergereja melalui pelayanan dari para hamba Tuhan, dan hamba Tuhan juga diberkati melalui pelayanannya yang tulus kepada setiap Jemaat, dan hal ini membuat kenyataan kehadiran Allah ditengah-tengah gereja melalui karya-karya Roh Kudus yang heran dan ajaib. Inilah yang mempersekutukan gereja dalam kesatuan tubuh Kristus dan bersinergi mewujudkan suatu kekuatan yang besar yang menjadi faktor kunci keberhasilan dalam pekabaran Injil Yesus Kristus, supaya seluruh bumi bersukacita.

RENUNGKAN: Setiap orang percaya adalah hamba Tuhan yang harus mengabdi kepada Tuhan Yesus Kristus melalui ibadah yang menghadirkan pemerintahan Allah bagi setiap jiwa.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s