KELEBIHAN ORANG UMAT PILIHAN ALLAH


success

Renungan Mingguan

Roma 3:1-8

Kalau sebagai umat pilihan Allah ternyata sama berdosanya bahkan berprilaku munafik, seperti orang yang tidak kenal Allah, maka apakah kelebihan umat pilihan ini? Kadang kita pikir bahwa, sebagai orang yang telah diselamatkan, ternyata hidup kita tidak menjadi lebih baik dari orang lain, sehingga kita gagal menjadi umat pilihan yang seharusnya menjadi alat keselamatan dari Allah untuk orang-orang yang belum percaya. Kita kerap kali mendapatkan penilaian yang salah dari pihak lain. Memang sebagai manusia, kita sama dengan semua orang. Namun, sebagai umat pilihan Allah kita menerima panggilan yang mulia untuk menerima kepercayaan dari Allah, yaitu kita diberi sesuatu yang paling mulia dan kekal, yaitu Firman Allah yang hidup. Continue reading

Advertisements

MEMPELAJARI DAN MELAKUKAN FIRMAN ALLAH


A Bible study

Renungan Mingguan

Roma 2:17-29

Ada kecendrungan dari orang Yahudi yang selalu merasa diri lebih baik dari orang kafir dan ini disebabkan karena mereka merasa diri sebagai pemegang teguh, pelaku Taurat, sehingga mereka merasa “paling” tahu apa yang menjadi kehendak Allah. Tahu mana yang berkenan pada Allah dan mana yang tidak berkenan kepada Allah, pokoknya hidup bersandar kepada Allah dan bermegah dalam Allah, karena tekun membaca dan belajar hukum Taurat (17-18). Namun, dalam kenyataan tidak demikian, ini hanya sekedar kesombongan rohani saja, sebab Firman Allah adalah perintah Allah yang harus ditaati dan dilakukan, dan tidak sekedar dipelajari dan diketahui. Continue reading

HUKUMAN ALLAH BAGI SEMUA ORANG


bona-aswita

Renungan Mingguan

Roma 2:1-16

Gajah di depan mata tidak terlihat, tetapi jarum di seberang lautan kelihatan jelas. inilah kira-kira pribahasa yang menyadarkan kita, bahwa kerapkali kesalahan sedikit pada orang lain cenderung dibesar-besarkan, sementara kesalahan besar yang kita perbuat tidak kita sadari atau tidak menjadi masalah bagi kita. Kita cenderung menyoroti dan menghakimi kesalahan sesama daripada membela, lebih suka menebar benci daripada kasih. Buktinya ketika ada orang yang jatuh, kita senang dan bersyukur bahwa kita “lebih baik” dan tidak seperti orang ini, itulah sebabnya Paulus dengan tegas menegur, bahwa siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Continue reading

KEFASIKAN DAN KELALIMAN MANUSIA


City-Night

Renungan Mingguan

Roma 1:18-32

Pada dasarnya orang yang hidup dalam kegelapan pasti tidak menyukai terang, dan orang yang hidup dalam dosa pasti tidak menghiraukan adanya ALLAH. Kalau seseorang mengenal dan mengakui adanya Allah sebagai pencipta, Tuhan yang kudus dan adil, tidak mungkin berani hidup seenaknya mengikuti keinginan dagingnya tanpa merasa bersalah. Orang yang tidak peduli akan Allah, mereka disebut orang fasik, yaitu mereka yang suka dengan berbagai perbuatan yang berdosa, yang senantiasa suka dengan perbuatan yang tidak pantas. Continue reading