KEFASIKAN DAN KELALIMAN MANUSIA

City-Night

Renungan Mingguan

Roma 1:18-32

Pada dasarnya orang yang hidup dalam kegelapan pasti tidak menyukai terang, dan orang yang hidup dalam dosa pasti tidak menghiraukan adanya ALLAH. Kalau seseorang mengenal dan mengakui adanya Allah sebagai pencipta, Tuhan yang kudus dan adil, tidak mungkin berani hidup seenaknya mengikuti keinginan dagingnya tanpa merasa bersalah. Orang yang tidak peduli akan Allah, mereka disebut orang fasik, yaitu mereka yang suka dengan berbagai perbuatan yang berdosa, yang senantiasa suka dengan perbuatan yang tidak pantas. Penuh dengan kejahatan, dan keserakahan, kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan atau fitnah, perselisihan, tipu daya dan tipu muslihat, pengumpat, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua, tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan (29-31). Untuk itulah Paulus ingin menyadarkan dengan menelanjangi semua dosa ini supaya kita jangan menjadi pemberontak dihadapan Allah. Ada kemungkinan Paulus sedang melawan rezim Romawi sebagai penguasa saat itu, tapi tidak tertutup kemungkinan bahwa dosa-dosa ini juga dilakukan oleh orang-orang dari zaman ke zaman tanpa memandang latar belakang suku, agama, dan bahasa bahkan kedudukan sosial dan ekonomi serta jabatan/ kedudukan.
Dibalik berbagai perbuatan dosa ini adalah kuasa iblis, apalagi di akhir zaman ini, kuasa kegelapan terus meningkatkan kualitas kejahatannya dalam bentuk-bentuk yang modern, antara lain: penyimpangan seksualitas, obat-obat terlarang, bahkan perdagangan manusia. Semua ini semakin nyata memperlihatkan kepada kita bahwa semakin banyak orang yang telah hilang kesadaran untuk hidup dalam kebenaran dan hati nurani yang bersih. Kegemerlapan dunia ini telah menggelapkan mata banyak orang untuk melihat kemuliaan Allah. Dunia menjadi semakin jahat, dan kejahatan semakin menenggelamkan kehidupan manusia, dan membawa manusia untuk binasa oleh murka Allah. Sebagai umat Tuhan, marilah kita beajar untuk mengerti rencana Allah supaya kita tidak terhanyut kedalam dunia yang penuh dengan kejahatan ini, sadarlah dan berjaga senantiasa untuk menghadapi serangan iblis yang hendak menghancurkan dan mebinasakan. Berpeganglah kepada Firman Allah yang hidup, niscaya kita akan dibela dan diselamatkan oleh Allah yang setia mendampingi kita di setiap waktu dan dalam segala peperangan yang kita hadapi dan kita telah ditetapkan untuk menjadi pemenang, dengan menjadi pewaris Kerajaan Allah.

RENUNGKAN:Β Menghadapi dunia yang penuh dengan kejahatan ini, kita harus sigap dan jangan takut, karena kalau Allah di pihak kita, siapakah yang dapat melawan kita?

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s