HUKUMAN ALLAH BAGI SEMUA ORANG

bona-aswita

Renungan Mingguan

Roma 2:1-16

Gajah di depan mata tidak terlihat, tetapi jarum di seberang lautan kelihatan jelas. inilah kira-kira pribahasa yang menyadarkan kita, bahwa kerapkali kesalahan sedikit pada orang lain cenderung dibesar-besarkan, sementara kesalahan besar yang kita perbuat tidak kita sadari atau tidak menjadi masalah bagi kita. Kita cenderung menyoroti dan menghakimi kesalahan sesama daripada membela, lebih suka menebar benci daripada kasih. Buktinya ketika ada orang yang jatuh, kita senang dan bersyukur bahwa kita “lebih baik” dan tidak seperti orang ini, itulah sebabnya Paulus dengan tegas menegur, bahwa siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau telah menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama (1). Dosa terbesar dalam hidup ini adalah ketika kita merasa bahwa kita lebih baik daripada orang lain. Allah kita adalah Allah yang mengasihi orang berdosa, tetapi Allah tidak sekali-kali berkompromi dengan dosa dan kejahatan, jadi siapapun dan dalam status apapun, sepanjang tidak bertobat dari dosa, maka sesungguhnya ia sedang menimbun murka Allah (5), sebaliknya orang yang hidup dalam ketaatan dan selalu berbuat baik akan dikaruniai kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera (10). Untuk itu kita harus menjaga agar hidup kita berkenan kepada Allah.
Lalu kenapa Allah membiarkan kejahatan di dunia ini? Tidak, Allah tidak membiarkan, tetapi ini adalah tahap kesabaran Allah untuk menanti pertobatan setiap orang, jangan kita pakai masa ini untuk menabung murka Allah, tetapi pakailah masa ini untuk tetap waspada dan terus melakukan kehendak Allah, supaya pada saatnya kita tidak ditimpa oleh murka Allah yang keras dan dahsyat, karena tidak ada satu orang pun yang bebas dari penghakiman Allah. Kesabaran dan kemurahan Allah jangan kita artikan sebagai ketidakberdayaan dan pembiaran terhadap dosa. Dosa tetap berkonsekuensi kepada maut, tetapi kasih karunia Allah adalah hidup yang kekal bagi setiap orang yang percaya dan bertobat serta menerima pengampunan melalui Yesus Kristus.

RENUNGKAN: Kondisi dunia yang diwarnai kejahatan ini, membuat kita harus semakin giat dalam mencari Tuhan, supaya kita dapat kalahkan kejahatan dengan kebaikan, jangan takut dan gentar, sebab bersama dengan Kristus Yesus kita akan menang dan hidup cemerlang.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s