KELEBIHAN ORANG UMAT PILIHAN ALLAH

success

Renungan Mingguan

Roma 3:1-8

Kalau sebagai umat pilihan Allah ternyata sama berdosanya bahkan berprilaku munafik, seperti orang yang tidak kenal Allah, maka apakah kelebihan umat pilihan ini? Kadang kita pikir bahwa, sebagai orang yang telah diselamatkan, ternyata hidup kita tidak menjadi lebih baik dari orang lain, sehingga kita gagal menjadi umat pilihan yang seharusnya menjadi alat keselamatan dari Allah untuk orang-orang yang belum percaya. Kita kerap kali mendapatkan penilaian yang salah dari pihak lain. Memang sebagai manusia, kita sama dengan semua orang. Namun, sebagai umat pilihan Allah kita menerima panggilan yang mulia untuk menerima kepercayaan dari Allah, yaitu kita diberi sesuatu yang paling mulia dan kekal, yaitu Firman Allah yang hidup. Kita dipilih oleh Allah untuk sebuah tujuan dan maksud yang sangat istimewa, yaitu menjadi saluran berkat dari Allah untuk semua bangsa. Di era Perjanjian Lama, Taurat, dan Sunat adalah sebagai bukti dan tanda perjanjian keselamatan sebagai anugerah dari Tuhan. Tetapi dalam praktek hidup kita tidak setia dan cenderung mengabaikan hal yang terpenting dalam hidup ini. Kita dengan mudah dapat menjual keselamatan ini hanya karena adanya kebutuhan sesaat dan kesenangan yang diwariskan kepada kita. Kita mengabaikan peringatan dari Tuhan, dan menganggap sepele perbuatan yang berdosa, tanpa menyadari bahwa dosa sekecila apapun pasti menghasilkan hukuman dari Allah yang suci.
Bagi kita sebagai orang percaya, maka Tuhan Yesus Kristus adalah penggenap perjanjian Allah yang menjadi pusat keselamatan dan pembaharu hidup. Untuk itulah kita harus menjaga kesucian hidup kita, demi mendapatkan perkenanan dan penyertaanNya. Jangan kita keliru, supaya keselamatan yang telah kita terima melalui kematian dan kebangkitan Kristus tidak menjadi sia-sia, sebab Ia adalah Allah yang benar dan adil. Dia akan menghukum setiap perbuatan dosa, tetapi Dia juga adalah Allah yang mengasihi dan mengampuni serta menyelamatkan orang berdosa yang mau bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Sebagaimana pengakuan Daud dalam Mazmur 51:6. Jangan membuang masa anugerah Allah, dengan berlaku tidak setia, jangan berpola pikir sinkritisme (mencampur aduk kebenaran dan dosa dalam kehidupan kita). Belajarlah setia! Jaga dan perhatikanlah dengan cermat dan lakukan Firman Allah yang telah disampaikan kepada kita.

RENUNGKAN: Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkanNya kepadamu.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s