BERPEGANG TEGUH PADA JANJI TUHAN

way_wallpaper

Renungan Mingguan

Roma 4:13-25

Memperhatikan usia Abraham yang sudah sedemikian uzur dan kondisi fisik yang lemah, mestinya Abraham tidak pernah berpikir lagi untuk mendapatkan anak (19). Hal yang menarik bahwa Abraham tubunya sudah lemah, tetapi imannya tidak menjadi lemah. Imannya tidak lemah sebagaimana tubuhnya, sebaliknya ia terus berpegang teguh pada janji Allah. Pengharapan dan kekuatannya tidak bergantung kepada kondisi fisik, maupun situasi sekitarnya (20-21). Ia semakin diperkuat imannya dan memuliakan Allah. Dia percaya bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan, sehingga atas dasar imannya inilah ia dibenar Allah, dan bukan karena hukum Taurat (13). Terlebih-lebih penggenapan janji yang diterima Abraham yang disebabkan keteguhan imannya menjadikan dia menjadi Bapak banyak bangsa (17). Semua orang percaya di seluruh bumi dihisapkan menjadi keturunan Abraham, untuk mewarisi janji Allah.
Bertitik tolak dari prinsip dan keteguhan iman Abraham, Paulus maju dan meningkat lebih tinggi, dimana ia tidak sekedar mengambil contoh dari Abraham dalam hal hidup beriman dan berpengharapan, namun ia dapat melihat sesuatu yang lebih besar dari Abraham. Dalam hal janji, di Perjanjian Lama Abraham tidak dijanjikan untuk memiliki dunia dalam pengertian yang fana (13), tetapi dunia yang dimaksud disini ialah orang-orang yang dibenarkan dan dijadikan sebagai umat Allah, karena mengimani karya Tuhan Yesus Kristus yang telah menebus dosa seisi dunia. Dimana Paulus memahami bahwa Yesus Kristus adalah pusat iman kita, yang kepadaNya Allah berkenan memberikan seisi dunia ini, yaitu orang-orang percaya untuk dimiliki dan diperintah oleh Yesus Kristus sebagai Raja Kebenaran dan rela hidup sepenuhnya di dalam kebenaran, agar kebenaran, yaitu Firman Allah dapat memerdekakan kita dari segala belenggu kuasa dosa. sadar bahwa kita sedang hidup dalam dunia yang dikuasai iblis, maka kita harus semakin memperteguh iman kita dan bertahan di dalam arus dunia yang begitu kuat hendak menyeret kita kedalamnya.
Sebagai gereja Tuhan, kita sepantasnya menjaga hidup kita sebagai penghargaan kepada Yesus Kristus yang telah menebus hidup kita dan terus mencari kehendakNya, menyembah Dia didalam Roh dan kebenaran. Inilah aktivitas kita sebagai orang-orang tebusanNya.

RENUNGKAN: Kita telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran (Roma 6:18), jadi tujuan hidup kita adalah Yesus Kristus, sebab dialah jalan, kebenaran, dan hidup. Percayalah kepadaNya.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s