MENIKMATI DAMAI SEJAHTERA

EAGLE_29

Renungan Mingguan

Roma 5:1-15

Hidup dan menikmati damai sejahtera ini sangat dicari dan didambakan sampai-sampai ada orang yang berani bayar harga mahal untuk mendapatkannya. Bicara damai sejahtera sebenarnya bicara suasana hati dan berdampak pada keterkaitan dengan relasi yang baik dengan Tuhan, diri sendiri dan sesama. Kita sangat bersyukur, bahwa bagi orang yang percaya kepada Yesus Kristus berarti telah diperdamaikan dengan Allah, dimana dalam keadaan sebagai orang berdosa kita adalah musuh bagi Allah dan dengan perdamaian yang dikerjakan oleh Kristus di kayu salib kita telah dipersekutukan kembali dengan Allah. Tentu kita sangat beruntung, dan bersukacita untuk semua yang dapat kita peroleh “hanya” didalam Yesus Kristus. Inilah artinya dibenarkan oleh Kristus. Dalam hal ini, kita dapat “bermegah” walaupun berada dalam penderitaan dan kesukaran hidup. Damai sejahtera Allah inilah yang harus kita izinkan untuk menguasai seluruh hari/ hidup kita.
Kita belajar untuk bermegah didalam Kristus dalam segala hal (5:11), karena kita sadari bahwa hidup dalami damai sejahtera tidak berarti kita bebas dari segala masalah dan pergumulan bahkan penderitaan. Inilah dialektika dalam hidup beriman. Kita telah ditebus untuk menjadi milik Kristus dan harus bertumbuh didalam damai sejahtera Allah. Walaupun dalam hidup iman, segala masalah dan pergumulan tetap ada, tetapi tidak boleh merampas damai sejahtera di hati kita sebab inilah dasar kekuatan kita dalam hidup ini. Tetapi sebaliknya semua masalah yang kita hadapi harus membuat kita semakin bertekun, berpengharapan dan bertahan dalam ujian (5:4). Karena pengharapan kita kepada Allah pada akhirnya tidak akan mengecewakan (5:5). Kita harus terus belajar bergantung kepada kuasa Yesus Kristus yang telah memberikan Roh Kudus untuk mendayagunakan hidup kita dengan kekuatan kuasaNya (1-4). Jadi kita bermegah bukan karena kesombongan, tetapi pusat dan isi kemegahan kita adalah kuasa didalam kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus. Jangan pernah berputus asa untuk apapun yang sedang kita hadapi, karena Tuhan Yesus Kristus tidak pernah mengecewakan setiap orang yang hidup dan bergantung kepadaNya. Tetaplah bersandar kepada kebaikan dan kasihNya yang berlimpah dalam hidup kita. Dia tidak pernah menjanjikan kemudahan dalam hidup ini, tetapi Ia berjanji untuk terus menyertai kita.

RENUNGKAN: Berserah penuh kepada Allah dan tidak menyerah adalah sikap orang yang bertekun dalam iman, sehingga damai sejahtera Allah tetap mendiami setiap kehidupan kita. Amin.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s