MATI DAN BANGKIT DALAM KRISTUS

Beautiful-Wooden-Bridge-At-Forest-Wallpaper-HD1

Renungan Mingguan

Roma 6:1-14

Manusia diselamatkan dan dilepaskan serta luput dari murka Allah sepenuhnya adalah kasih karunia Allah dan bukan karena usaha manusia, apalagi karena melakukan amal perbuatan. Kalau begitu, bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Diselamatkan berarti dikuburkannya semua dosa-dosa kita dan mendapatkan hidup yang baru (4). Hidup yang baru diperoleh melalui Kristus yang telah mati dan bangkit bagi manusia berdosa. Ini dilambangkan melalui baptisan yang harus dialami oleh semua orang percaya disepanjang hidupnya, sebab manusia lama kita telah disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya dan kita tidak menghambakan diri lagi kepada keinginan dosa, yang akan membawa kita kepada maut
Semua orang percaya meyakini bahwa kuasa Kristus lebih besar dari kuasa dosa, dan telah berhasil mengalahkan kuasa dosa, serta memberi kita kemmapuan untuk hidup mengikuti kehendak Allah. Tuhan Yesus Kristus telah mati sekali kemudian bangkit untuk selama-lamanya. Dia telah naik kesurga saat ini Ia duduk di sebelah kanan Allah Bapa untuk mendoakan kita orang-orang yang percaya kepadaNya, sampai suatu hari kelak Ia akan datang kembali. Ini adalah bukti bahwa tidak ada kuasa lain di bumi ini yang dapat mengalahkan kuasaNya. Bila kita hidup dalam persekutuan bersama Yesus dan berserah diri sepenuh kepadaNya, kita akan menikmati kuasaNya dan memiliki kekuatan untuk mengalahkan segala kuasa iblis. Dosa telah memisahkan kita dari kasih Allah, untuk itu kita harus mengalahkan dosa dalam bentuk keinginan daging.
Rasul Paulus mengingatkan kita sebagai orang percaya supaya mematikan dosa, jangan biarkan dosa berkuasa lagi di tubuh kita yang fana ini, supaya kita jangan menuruti keinginannya, jangan menyerahkan anggota tubuh kita kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah diri kita kepada Allah sebagai orang yang dahulu mati karena dosa, dan yang sekarang hidup kembali melalui kebangkitan Kristus oleh kasih karunia Allah. Serahkan tubuh kita kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran, sebab kita tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kita tidak berada dibawah hukum Taurat, tetapi kita hidup karena kasih karunia Allah (12-14). Kita harus memuliakan Allah dengan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup.

RENUNGKAN: Tubuh Kristus yang terpecah-pecah di atas kayu salib telah menghancurkan kuasa dosa, dan sebaliknya menyatukan kita dengan kasih karunia Allah yang menyelamatkan kita semua.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s