ARTI HUKUM TAURAT

trust-god-love-people1

Renungan Mingguan

Roma 6:15-23

Banyak orang salah mengerti tentang Hukum Taurat. Menganggap bahwa Hukum Taurat sudah tidak berlaku. Memang Hukum Taurat tidak dapat menyelamatkan kita, tetapi selama kita masih hidup, kita masih seharusnya menjadikanNya sebagai pedoman untuk mengatur kehidupan moralitas kita. Kita tidak lagi tunduk kepada Hukum Taurat, tetapi kita tunduk di dalam Hukum Kristus, sebab Kristus telah menggenapkan atau melakukannya untuk kita. Jadi apa sebenarnya Hukum Taurat atau Hukum Allah itu? Paulus berlatarbelakang orang Yahudi, sehingga hukum yang dimaksudkan tidak dapat dipandang dari sudut orang Yahudi, tetapi harus dipahami lebih luas, sehingga dapat diterima oleh jemaat yang non Yahudi. Artinya Hukum ini dapat ditinjau dari dua sudut yang berbeda, yaitu pertama dari sudut dimana hukum ini murni untuk orang Yahudi dan dipahami sebagaimana orang Yahudi menerimanya, tetapi kedua, bisa juga sebagai hukum yang alami/ natural dalam nurani yang Allah tanamkan dalam diri setiap orang (bdk. 1:20, 2:14). Kita masih mengungat bagaimana sebelumnya Paulus juga sudah menjelaskan bahwa Hukum Taurat tidak menyelamatkan, dan saat ini ia memperluas penjelasannya dengan mengatakan bahwa Hukum Taurat pun tidak dapat menguduskan, inilah alasan bahwa jemaat tidak perlu hidup dibawah hukum ini, tetapi hidup dibawah hukum Kasih (Kasihilah…).
Bagaimana kita sebagai orang percaya menyikapi Hukum Allah? Saat dimana ada banyak orang yang menganut paham antinomianisme yang menolak norma susila dan bertingkah laku sesuka hati, ingin bebas dan ini tentu bukan gaya hidup orang percaya. Tetapi menghadapi ini, ada juga yang menentangnya dengan cara bersikap legalitis, yaitu berpegang teguh dan menaati Hukum Taurat untuk mendapatkan upah/ pahala keselamatan dari Allah. Ini juga bukan sikap kita sebagai orang percaya. Sebagai orang yang telah diselamatkan melalui penebusan Kristus, maka kita harus dengan sukacita melakukan perintah Allah ini sebagai bukti ketaatan kita kepada Allah yang telah mengorbankan anakNya Yesus Kristus untuk membebaskan kita dari kutuk dosa. Kita menaati hukum bukan sebagai budak dan motivasi untuk dibenarkan, tetapi semata-mata karena kita mengasihi Tuhan dan mencintai segala ketetapanNya untuk menyenangkanNya.

RENUNGKAN: Kita menaati Hukum Taurat bukan untuk menyelamatkan tetapi sebagai tanda hormat dan kasih kepada Tuhan Yesus Kristus, diri sendiri dan sesama manusia dengan tulus dan ikhlas.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s