HUKUM TAURAT DAN DOSA

Self-Reflection

Renungan Mingguan

Roma 7:13-26

Hukum Taurat hanya seperti cermin yang memperlihatkan dosa manusia. Apabila kita bercermin pada Taurat, justru merangsang sifat keberdosaan kita, dan menimbulkan hasrat untuk berbuat dosa. Kalau demikian, apakah Taurat itu salah atau dosa? Tidak begitu juga, tetapi yang benar ialah sedemikian kuatnya dosa itu menguasai manusia, sehingga Taurat yang baik itu malah berbalik membuat manusia tidak melakukan apa yang baik yang diatur dalam Taurat, tapi justru sebaliknya melakukan apa yang sebenarnya dilarang oleh Taurat. Kata Paulus, “Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.Disini kita melihat bahwa yang salah adalah sifat keberdosaan manusia itu yang selalu menarik untuk menimbulkan perbuatan-perbuatan daging. Taurat tidak menolong manusia untuk melepaskan diri dari dosa, baik untuk keselamatan maupun untuk menjalani hidup dalam keselamatan dan kekudusan. Jadi untuk beroleh selamat dan menjalani keselamatan, kita harus bergantung kepada Kristus dan pertolongan Roh Kudus.
Paulus menggunakan istilah ‘aku’ dan dalam bentuk waktu yang sedang berlangsung, dan sebenarnya ini bukanlah pengalaman rohaninya semata, tetapi juga karena Paulus sedang pada psisi menempatkan dirinya dalam kehidupan banyak orang percaya, yang di satu sisi selalu ingin yang baik (19), suka terhadap hukum Allah (22), namun masih terus menerus kalah melawan tipu muslihat Iblis dan terus melakukan dosa (15). Paulus mengingatkan orang Kristen yang hidup dalam daging, tidak konsisten dengan kebenaran dan melakukannya sebagai anugerah Kristus.
Kita ditebus bukan sekedar diampuni yang kemudian membuat kita terus menerus jatuh bangun di dalam dosa dan ketidaktaatan kepada kebenaran Firman Allah. Kristus menghendaki kita sebagai orang yang telah diselamatkan hidup dalam kebebasan untuk menikmati kebaikan Tuhan dan kemerdekaan penuh didalam Yesus Kristus, terbebas dari segala belenggu kegelapan. Ini hanya dapat dimiliki oleh orang-orang yang mengasihi Dia secara totalitas, tanpa syarat.

RENUNGKAN: Taurat tidak bisa memberikan solusi atas keterikatan kita kepada dosa, dosa hanya dapat ditebus melalui kuasa darah Yesus Kristus. Dialah Anak Domba Allah yang telah mempersembahkan diri bagi penebusan dan pendamaian antara orang berdosa dengan Allah. Berilah dirimu diselematkan!

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s