SEGALA SESUATU


earth

Renungan Mingguan

Pengkhotbah 1

Setelah merenungkan secara mendalam kehidupan manusia di bumi ini, didasarkan pada berbagai peristiwa yang diamatidan dialami (14). Penghotbah mengambil suatu kesimpulan yang tidak lazim dan bahkan mengejutkan, yaitu: Semuanya sia-sia. Istilah yang digunakan ialah “menjaring angin”. Dengan kata lain Pengkhotbah melihat segala sesuatu itu “hampa”, “tidak punya bobot” seperti halnya angin. Dalam ayat 2, Pengkhotbah menyebutkan istilah “kesia-siaan belaka” seolah-olah hidup ini tidak berarti dan tidak jelas. Kita dilahirkan, lalu hidup diwarnai berbagai pergolakan, pergumulan, beban berat sampai akhirnya mati. Hari lepas hari kita lewati dan terkadang kita menjadi jenuh, semua hanya terulang tanpa makna, dan hanya duatu rutinitas.
Apakah benar bahwa hidup kita sia-sia? Continue reading