MENCARI KESENANGAN ADALAH SIA-SIA

Rich

Renungan Mingguan

Pengkhotbah 2

Kesesangan dan kenikmatan hidup adalah dambaan setiap insan di dunia. Segala usaha dan jerih lelah manusia tidak lain adalah untuk mencapai apa yang menjadi dambaan ini. Segala cara kita tempuh bahkan dengan berbagai pengorbanan yang besar, sekali lagi adalah demi yang namanya kesenangan dan kenikmatan hidup. Apakah benar bahwa tujuan hidup di dunia adalah untuk mencari kesenangan? Makan, minum atau sekarang lebih keren disebut kuliner, rumah dan segala fasilitas yang tersedia, wisata, hiburan, memiliki kekayaan demi kemudahan hidup, dan seterusnya. Kalau dalam hidup ini kita hanya sekedar mendambakan hal-hal ini, dengan tegas Pengkhotbah mengatakan bahwa ini adalah sebuah kesia-siaan (1-11). Segala hal telah dicobanya dan tidak ada satupun yang dapat memberikan keuntungan baginya, Ini adalah suatu fakta, bukan sekedar berangan-angan, karena siapa yang tidak mengenal Salomo dengan segala yang dimiliki. Disamping Salomo juga adalah seorang yang memiliki hikmat yang luar biasa, tetapi ini sama sekali tidak memberikan kepuasan dan solusi bagi hidupnya. Apa yang kurang dari hidupnya?
Dari kenikmatan hidup secara fisik, kini Salomo mulai meningkat dan berusaha mencari nilai atau makna hidup dari aspek hikmat/pikiran/pengetahuan (12). Orang berhikmat tentu lebih berwawasan luas daripada orang bodoh. Orang berhikmat bagaikan orang yang berjalan dengan mata celik, karena disinari oleh hikmatnya, sementara orang bodoh bagaikan orang yang berjalan dalam kegelapan (13,14). Salomo meyakini bahwa ia adalah orang berhikmat dan ini diakui oleh orang-orang yang hidup sezamannya dari seluruh dunia (15), ‘untuk apa aku ini dulu begitu berhikmat?’. Sebab pada akhirnya semua orang, baik yang berhikmat maupun yang bodoh akan berakhir di kematian! (16-17). Ketika kita tinggalkan dunia ini, maka semua yang didunia segera berakhir, dan kita akan segera beralih ke dunia lain. Apakah kita sempat memikirkan bahwa ada dunia lain setelah hidup di dunia yang fana ini? Kiranya ini menyadarkan kita semua bahwa hidup kita di dunia ini pendek (3). Ada kehidupan yang jauh lebih penting setelah di dunia ini, itu sebabnya jalanilah hidup ini dalam keserasian dengan maksud dan tujuan Allah bagi kita.

RENUNGKAN: Sia-sialah hidup kita, kalau hanya menjadikan dunia ini sebagai tujuannya. Dunia ini adalah tempat transit kita, ada perjalanan kehidupan lebih mulia yang harus kita pikirkan dan siapkan.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s