USAHA MENCARI KEADILAN

law_scale_background.362150542_std

Renungan Mingguan

Pengkhotbah 3:16-4:6

Keadilan di dunia ini sangat langka dan nyaris tidak kita dapatkan. Intinya keadilan di dunia ini sangat relatif. Apalagi keadilan bisa diperjualbelikan, dan kerap dipakai untuk menindas mereka yang miskin dan papa. Negara kita adalah negara hukum, dan ada undang-undang yang mengatur peri kehidupan, namum pada kenyataannya semua tak berdaya ditegakkan. Contoh sederhana, bahwa Negara menjamin setiap orang untuk menjalankan agama dan kepercayaannya, namun dalam kenyataan kita melihat ada penindasan terhadap orang yang beragama dan atas nama agama ada tindakan perusakan terhadap tempat dimana orang beragama beribadah. Inilah cermin dunia peradilan kita, namun demikian kita juga tidak boleh menyerah, tetapi tetap berjuang bukan mengharapkan keadilan didunia ini, tetapi bagaimana keadilan Allah akan ditegakkan.
Sebagai orang yang berharap pada keadilan Allah, kita tidak boleh tawar hati ketika kita diperlakukan dengan tidak adil. Pada akhirnya keadilan pasti kita dapat, kepastian hukum pasti kita nikmati, karena kelak Allah akan menjadi hakim yang adil. Kematian adalah sebuah bukti keadilan Allah, karena manusia tidak akan terus menerus mengalami penderitaan oleh tindakan ketidakadilan di dunia ini, dan kematian adalah proses Allah menyingkirkan manusia dari kondisi ini. Allah membebaskan penderitaan melalui kematian. “Oleh sebab itu aku menganggap orang-orang mati, yang sudah lama meninggal lebih bahagia daripada orang-orang hidup, yang sekarang masih hidup (2). Allah meyakinkan bahwa kita tidak selamanya akan ada di dunia yang tidak adil.
Presiden kita, membentuk “Kabinet Kerja”, dan kita harus dukung dengan kerja nyata, tetapi kita jangan sekedar bekerja, karena kerja adalah panggilan Allah dan sesuatu yang mulia. Kita bekerja untuk memberi buah, jadi jangan dinodai dengan iri hati dan penindasan. Hindarilah diri dari menjadi “budak” kerja, tetapi bekerjalah sebagai suatu kebahagiaan dalam hidup ini. Jadi kita harus bekerja dalam kerangka kehendak Allah. Kerjakan hanya yang bermakna dan memberi manfaat. Bekerjalah untuk memuliakan Allah dan menjadi saluran berkatNya bagi dunia ini. Kita ingat bagaimana semangat kita bekerja bagi Tuhan dengan suatu pujian, “kerja buat Tuhan selalu manise, biar pikul salib selalu manise, ayo kerja buat Tuhan sungguh senang-senange”. Ini harus menyemangati kita, sekalipun kita kerap bekerja dalam ketidakadilan dan penindasan. Haleluya!

RENUNGKAN: Kolose 3:23, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Jangan kerjakan sesuatu yang sia-sia kerena hidup kita di dunia ini amat sangat singkat. Bekerjalah untuk menghasilkan buah, dan buah itu dapat dinikmati, Amin.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s