ARTI PERSAHABATAN

kids-sharing

Renungan Mingguan

Pengkhotbah 4:7-16

Persahabatan memberikan pengaruh yang besar dalam kehidupan. Tidak semua orang bisa disebut sebagai sahabat, sebab sebagai sahabat tentu ada nilai-nilai khusus yang mengikat sebagai sahabat. Sebagai sahabat tentu kita harus saling menjaga kepercayaan dan tidak atas dasar untung-rugi atau materi. Disamping itu kita harus bersyukur untuk semua orang yang menjadi orang yang Tuhan karuniakan untuk menjadi sahabat kita, sebab persahabatan adalah anugerah Tuhan dalam kehidupan kita. Apa gunanya kita memiliki materi yang berlimpah, pintar dan hidup nyaris sempurna tetapi tidak memiliki sahabat. Bukankah kita akan kesepian sendirian? Inilah yang kita sering saksikan, dimana kehidupan di dunia modern ini manusia semakin individualis, lebih mengutamakan materi ketimbang persahabatan. Sering persahabatan terganggu hanya karena soal materi. Materi tidak boleh menjadi pertimbangan dalam menjalin hubungan persahabatan sejati.
Persahabatan tentu membawa banyak manfaat dalam kehidupan kita sebagai makhluk sosial, bagaimanapun juga kita tidak dapat hidup sendirian di dunia ini. Kita punya keluarga, punya sahabat, punya komunitas, paling tidak punya tetangga dan ini semua harus kita jaga. Dalam kitab Pengkhotbah ini disebutkan bahwa persahabatan berguna untuk saling tolong dan menolong (10), saya ingat di masyarakat banyak organisasi atau serikat tolong menolong (STM) dan tentunya melaui ini kita dapat belajar untuk saling memperhatikan dan saling membantu. Kitab Galatia 6:2, “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” Cukup jelas, sebagi sahabat kita harus punya kepedulian atas beban orang lain.
Persahabatan harus kita bangun diatas pondasi kasih Agape, sebab Alkitab berbicara tentang persahabatan tidak sebatas kebutuhan materi, tetapi juga kebutuhan mental dan rohani. Persahabatan harus dibangun dalam hidup yang takut akan Tuhan, karena ada indikasi “persahabatan” juga bisa mengarah ke prilaku yang negatif, yaitu bertumbuh ke arah yang salah dan menjijikan umpamanya: homo, lesbi, dan perselingkuhan. Waspada bahwa setan juga bisa memakai hubungan “persahabatan” ini untuk menghasilkan dosa. Persahabatan yang sesungguhnya justru harus menjaga dampak-dampak yang negatif dan menjaga kesucian dalam hidup kita.

RENUNGKAN: Tuhan Yesus Kristus adalah sahabat sejati kita, bangunlah persahabatan didalam kasih dan milikilah sahabat rohani yang bijak dan sehat supaya persahabatan kita menjadi alat kemuliaanNya.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s