ALLAH BESERTA KITA

earth

Renungan Mingguan

Roma 8:31-39

Sebuah pujian yang begitu indah dan menguatkan keyakinan imn kita berkata, “Engkau ada bersamaku, disepanjang musim hidupku…” Kiranya pujian ini dapat kita hayati dengan iman yang berpusatkan pada Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah segalanya dalam kehidupan kita, dan tidak kebetulan dalam minggu-minggu ini kita sedang merayakan Natal, yaitu kelahiran Imanuel, Allah beserta kita. Rasul Paulus mengajak kita untuk merefleksikan iman kita dalam beberapa hal yang diutarakan dalam pembacaan kita minggu ini. Pertama: Jika Allah dipihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Musuh kita iblis tidak pernah berhenti untuk menyerang kita, sepanjang kita bersama Yesus Kristus, maka kita akan bertahan dalam iman kita. Kedua: Ia yang tidak menyayangkan AnakNya sendiri, tetapi yang menyerahkanNya bagi kita semua, pasti juga akan mengaruniakan segala sesuatu kepada kita didalam Yesus Kristus. Ketiga: Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah pasti membela kita sebagai pelaku kebenaran, walaupun dunia akan terus mendakwa kita. Keempat: Siapakah yang akan menghukum mereka? Dalam Roma 8:1, dikatakan bahwa tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada didalam Yesus Kristus. Kelima: Siapakah yang akan memisahkan kita dari Kasih Kristus? Penderitaan, tekanan dan pergumulan justru akan membawa kita mendekat kepada Kasih Kristus. Kasih Allah nyata dalam memelihara dan menjamin kita mencapai kesempurnaan kini dan kekekalan di masa depan.
Bagi banyak orang, penderitaan menjadi penghalang untuk mendekat kepada Allah, tapi bagi orang beriman, penderitaan apapun justru dipakai sebagai batu ujian untuk memurnikan dan semakin mempertinggi penyerahan kita kepada Tuhan Yesus Kristus. Semakin besar penderitaan orang beriman, semakin mempertinggi kualitas hidupnya didalam kasih Yesus Kristus. Pada saat situasi tidak menguntungkan, kita tetap bertahan, sebab situasi dan kondisi seperti apapun tidak akan mampu untuk memisahkan kita dari kasih Kristus, kecuali kalau kita menyerah dan kalah. Yakini bahwa kita adalah pemenang. Tetapi dalam semuanya itu kita lebih daropada orang-orang yang menang, oleh Yesus Kristus yang telah mengasihi kita (37). Inilah makna Natal yang harus kita hayati dan konkretkan dalam hidup kita. Natal bukanlah kesempatan untuk berpesta, tetapi menyatakan keprihatinan terhadap dunia yang berdosa dan membutuhkan sentuhan kasih Yesus melalui hidup dan pelayanan kita sebagai orang-orang pilihan Allah yang diberkatinya.

RENUNGKAN: Natal adalah bukti kasih Allah kepada orang berdosa, sehingga Natal adalah sarana bagi kita untuk mewujudkan kasih Allah dengan kepedulian terhadap mereka yang terhilang dan tersesat.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s