KEPEDULIAAN SEORANG HAMBA ALLAH

candle_light

Renungan Mingguan

Roma 9:1-18

Tidak dapat diragukan bahwa Paulus adalah seorang hamba Allah yang memiliki tingkat nasionalisme yang sangat tinggi, kebanggan terhadap identitas sebagai suatu bangsa yang rela berkorban apapun demi kemajuan bangsanya. Mereka inilah sebenarnya yang disebut pahlawan. Kita melihat bahwa sedemikian rupa Paulus mengasihi bangsanya, sehingga ia rela terkutuk dan terpisah dari Kristus (3). Sama seperti halnya, kasih Allah telah merelakan Yesus menjadi kutuk dan terpisah dari Allah Bapa demi keselamatan orang-orang berdosa. Rasa prihatin menimbulkan kepedulian yang luar biasa dari Paulus, sehingga dengan tulus dan serius ia sangat berdukacita dan bersedih hati (2), sampai-sampai ia bertanya apakah Firman Allah telah gagal untuk merubah sikap hati umat Allah (6a), atau apakah Allah sudah kehilangan keadilanNya, atau apakah masih ada hal lain yang dapat mempersalahkan Allah (19)?. Itulah perenungan yang mendalam dari seorang pemimpin sejati yang sungguh-sungguh memberi hati buat bangsanya, ia tidak sekedar mencari kepentingan diri maupun kelompoknya, tetapi amat sangat terbeban dengan keselamatan bagi bangsanya. Inilah semestinya yang harus kita pikirkan dan renungkan dalam suasana Natal, sehingga ada keseriusan bagi kita sebagai seorang Kristiani untuk aktif berjuang demi Injil.
Hal yang sangat disedihkan oleh Paulus adalah tentang umat Allah sebagai pilihan Allah tetapi dalam kenyataan menolak Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Banyak orang yang mengaku percaya Yesus tetapi dalam kenyataannya menolak kehendak Allah. Pemilihan Allah adalah sesuatu yang ajaib dalam hidup orang percaya, sama halnya Ishak dan Yakub Allah pilih bukan karena kebaikan dan kelebihan mereka, tetapi sepenuhnya adalah kasih karunia Allah. Mereka bukan ditetapkan untuk dipilih (anak sulung) tetapi atas pilihan Allah sendiri. Bila saat ini kita bukan umat Allah tetapi dipilih untuk memperoleh keselamatan, itupun adalah hak dan keajaiban kasih Natal. Bukan Allah tidak adil, tetapi penyebabnya karena UmatNya sendiri telah mengeraskan hati sedemikian rupa. Untuk itu marilah kita bersyukur dan bersungguh hati dalam mencari kehendakNya, sebab kasih Allah nyata bagi kita, sehingga kita harus berbelas kasihan kepada setiap jiwa-jiwa, kita seharusnya binasa tetapi kasih Allah telah menyelamatkan kita, selamat menyambut Natal 25 Desember 2014. Tetap berikan hati kita buat Kristus berdiam.

RENUNGKAN: Keajaiban Natal terletak pada kasihNya yang rela berkorban demi keselamatan orang berdosa, hal apa yang kita lakukan sebagai orang yang sudah selamat untuk mereka yang belum selamat?

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s