ALLAH TIDAK DAPAT DIBANTAH

tumblr_static_6cmc0ulggykggkosg04g04g4c

Renungan Mingguan

Roma 9:19-29

Pada akhirnya, siap atau tidak siap kita sudah berada di minggu terakhir tahun 2014. Ada banyak pertanyaan yang belum terjawab di tahun 2014, dan kita akan lanjutkan di tahun 2015, dan diantara banyak pertanyaan yang belum terjawab salah satunya adalah: Kalau Allah yang berkehendak dan keputusan ada ditanganNya sementara kita tidak dapat membantahnya, apakah kita harus bertanggung jawab atas hidup kita yang dikendalikan oleh Allah sendiri? Ada jawaban yang diberikan oleh Paulus yang menyatakan tentang kesulitan kita dalam memahami tentang Allah yang terletak pada pandangan kita sendiri. Analogi hubungan kita dengan Allah adalah seperti penjunan dn tanah liat (21), artinya sang penjunan memiliki hak sepenuh atas tanah liat yang dimiliki, mau dibentuk untuk apa tanah liat itu, sepenuhnya ada dalam kehendak Allah. Allah tidak pernah salah dalam memperlakukan setiap manusia ciptaanNya. Allah sangat sabar dan juga memberikan kesempatan kepada manusia untuk memilih, yang tentu adalah memilih. Dalam hal inilah kita harus belajar mengetahui kehendak Allah dan memilih untuk tunduk kepadaNya.
Allah tidak pernah merencanakan untuk membinasakan umatNya, tetapi Allah bertindak untuk menyatakan keadilanNya. Akibat ketegaran dan kehidupan umat yang tidak setia kepada Allah, inilah yang menjadi dasar umat menerima murka Allah. Tidak banyak umat Tuhan yang akan selamat. Hanya sedikit umatNta yang sisa dan kemudian disatukan dengan bangsa-bangsa lain yang percaya kepada Yesus Kristus yang akan selamat, dan mereka ini kerap disebut dengan “Israel Baru” atau “Israel Rohani” dan secara umum, umat Allah sebagai bangsa yang dipilih telah gagal dalam mengemban amanatNya, sehingga Allah memilih kita untuk menggantikannya. Jadi syaratnya kita harus mengalami pembaharuan yang total sebagai ciptaan baru. Kita dipilih hanya karena iman kepada Yesus Kristus, bukan karena status sebagai bangsa pilihan yang sudah ditetapkan dari awal. Saat ini kitalah sebagai gereja, untuk menggantikan bangsa pilihanNya yang lama yang telah gagal, sehingga kita harus berjuang bersama Roh Kudus yang mendiami setiap pribadi orang percaya supaya kita tidak mengulangi kegagalan yang sama seperti umatNya yang lama. Kita tidak dapat mengandalakan apapun dan siapapun untuk meraih keselamatan, hanya karena rahmat allah yang disalurkan melalui pengorbanan Kristus kita dapat selamat. Inilah makna lain dari Natal, bahwa Yesus dengan sengaja datang kedunia untuk menyerahkan diri demi orang berdosa, dengan cara mati tersalib supaya manusia mendapatkan pengampunan dosa dan selamat.

RENUNGKAN: Natal adalah kasih yang menyelamatkan semua orang berdosa yang datang untuk percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Selamat menyambut 2015

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s