TIDAK ADA PENOLAKAN

free

Renungan Mingguan

Roma 11:1-10

Walaupun umat Israel secara umum telah menolak dan mengeraskan hati terhadap Allah, namun masih ada sebagian kecil yang tersisa dan menerima serta mendapat kasih karunia allah. Mereka inilah yang disebut dengan “sisa Israel” (4). Umat pilihan tersingkir bukan karena ditolak tetapi mereka mengeraskan hati untuk tidak taat (2). Tindakan orang-orang pilihan untuk menolak Allah adalah suatu sikap yang sangat amat bodoh, sebab sebenarnya untuk dipilih saja merekapun sebenarnya tidak layak, dan ini hanya dimungkinkan karena kasih karunia Allah bukan kebaikan atau kepantasan mereka untuk dipilih. Inilah seharusnya menjadi pelajaran bagi kita sebagai umat Tuhan pada masa kini, kegagalan umat pilihan di Perjanjian Lama harus menjadi “teguran” bagi kita saat ini, bahwa kita harus setia dan tekun dalam mencari Kerajaan Allah dan kebenaranNya (Matius 6:33) supaya tidak kehilangan kasih karunia Allah yang memampukan untuk bertahan dan berjalan dalam kehidupan yang penuh dengan godaan, cobaan dan bahkan penderitaan.
Jumlah yang disebut Rasul Paulus tentang sisa umat Israel sangat-sangat sedikit, yaitu 7000 orang. Memang banyak yang terpanggil, tetapi hanya sedikit yang terpilih dan mereka yang terpilih ini juga belum tentu semua setia, dan ini terjadi di Zaman Elia (4), kriteria mereka yang setia adalah mereka yang tidak pernah sujud menyembah Baal, dan bagaimana dengan kita? Ditengah-tengah kepungan para Baal dan para penyembah berhala, mampukah kita bertahan? Orang yang setia kepada Allah tidak banyak, baik pada zaman Elia, zaman Paulus dan bahkan pada zaman kita pada masa kini. Kita harus dengan sungguh-sungguh menghayati makna pilihan Allah atas hidup kita dengan cara setia dan teguh dalam prinsip iman, dan tidak mudah tergoda dengan berbagai bentuk godaan, cobaan dan penderitaan yang akan menjauhkan kita dari Allah dan kita jangan sekali-kali terpukau dan tergoda untuk mengikuti kelompok orang banyak. Allah tidak pernah salah memilih, oleh sebab itu kita harus bertahan dengan jumlah yang sedikit tetapi berkualitas, menjadi orang Kristiani yang berakar dan berbuah dan membawa dampak yang luas. Terlebih di zaman dimana banyak orang telah dibutakan dan ditulikan bahkan dilumpuhkan oleh Ilah-Ilah zaman modern ini supaya kita tetap waspada dan berjaga-jaga, iman kita tidak gugur. Hidup tidak diperbudak oleh materi, belajar mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kita.

RENUNGKAN: Kasih karunia Allah kita peroleh dengan gratis, tetapi Allah memberikannya dengan membayar harga yang mahal bukan dengan emas dan perak, bersyukur dan hargailah semuanya ini.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s